Sabtu, 30 Januari 2010

MAKALAH MICRO TEACHING





MAKALAH

MICRO TEACHING


Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Micro Teaching 2 SKS
Dosen Pengampu : Dra. Hj. Yulina H

Oleh :

K I S N O




Semester VII B














PROGRAM STUDI S-1 PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2009



KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan karunianya penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan kepada pembaca tentang Micro Teaching.
Makalah ini berisi beberapa informasi tentang Micro Teaching, Silabus, Metode Pembelajaran, Pembelajaran Kelompok, PAIKEM dan Assesment, yang kami harapkan dapat memberikan informasi kepada para pembaca tentang arti, penjelasan dan penerapannya.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang konstruktif selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.



Metro, 06 oktober 2009
Hormat Kami,




Penyusun

1. MICRO TEACHING

Latar belakang
Profesionalisme Murobbi ditandai oleh cara dan hasil memberikan taujih. Dalam keseharian memberikan taujih perlu dibekali pengetahuan, sikap serta ketrampilan tertentu. Upaya kearah tersebut bisa ditempuh salah satunya dengan cara mengoptimalkan kegiatan micro teaching.

Pengertian
Micro berarti kecil, terbatas, sempit. Teaching berarti mendidik atau menajar. Micro Teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Apa yang dikecilkan atau disederhanakan, yaitu :
ü Jumlah siswa 5-6 orang
ü Waktu mengajar 5 – 10 menit
ü Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana
ü Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja.
Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk meyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada. Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti, dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek, kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada.” Maka dengan memperkecil murid, menyingkat waktu, mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan, perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari

Urgensi Micro Teaching
Micro Teaching dapat digunakan dalam :
ü Pendidikan pre service, yaitu bagi calon guru:
1. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas.
2. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru.
ü Pendidikan in service, yaitu bagi guru atau penilik.
1. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin, supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya.
2. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan, nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya.
3. Untuk percobaan melaksanakan metode baru, sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya.

Tujuan operasional Micro Teaching
1. Mengembangkan kemampuan mawas diri dan menilai orang lain.
2. Memungkinkan adanya perbaikan dalam waktu singkat.
3. Menanamkan rasa percaya pada diri dan bersifat terbuka dengan kritik orang lain
4. Mengembangkan sikap kritis murobbi.
5. Menanamkan kesadaran akan nilai ketrampilan mngajar dan komponen-komponenya.
6. Mengenal kelemahan-kelemahan dan keliruan –keliruan dalam penampilan ketrampilan mengajar dan tahu penampilan yang baik.
7. Dengan menggunakan video Tape recorder maka :
8. Memberi kesempatan guru untuk melihat dan mendengar dirinya sendiri.
9. Memberi kesempatan untuk mengikuti kembali kritik dan diskusi caranya mengajar berulangkali.
10. Memungkinkan untuk membuat model cara mengjar.
11. Memungkinkan banyak orang yang dapat mengikuti proses belajar dan tidak tentu waktunya.
12.Merupakan medan untuk mencobakan sistem atau metode baru untuk diteliti sebelum dikembangkan.
13. Memberi kesempatan pendekatan analistis mengenai ketrampilan dan strategi mengajar.

Materi Kegiatan (program Kegiatan)
Yang dimaksud materi disini adalah ketrampilan yang akan dilatih melalui penampilan dalam micro teaching.
Ada sepuluh ketrampilan khusus yang dapat dilatih dalam micro teaching yang kesemuanya itu merupakan dalam sebuah proses belajar mengajar.
Keteampilan khusus itu meliputi:
 Ketrampilan membuka pelajaran
 Keteampilan memberi motivasi
 Ketrampilan bertanya
 Ketrampilan menerangkan
 Ketrampilan mendayagunakan media
 Ketrampilan menggunakan metode yang tepat
 Ketrampilan mengadakan interaksi
 Ketrampilan penampilan verbal dan non verbal
 Ketrampilan penjajagan/assesment.
 Ketrampilan menutup pelajaran.

Aspek-aspek keterampilan yang harus ditampilkan sebagai berikut :
a. Keterampilan membuka pelajaran
 Memperhatikan sikap dan tempat duduk siswa
 Memulai pelajaran setelah nampak siswa siap belajar.
 Cara mengenalkan pelajaran cukup menarik.
 Mengenalkan pokok pelajaran dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah diketahui oleh siswa (apersepsi).
 Hubungan antara pendahuluan dengan inti pelajaran nampak jelas dan logis.
b. Keterampilan memberi motivasi
 Mengucapkan ‘baik”, bagus, ya, bila siswa menjawab/ mengajukan pertanyaan
 Ada perubahan sikap non verbal positif pada saat menenggapi pertanyaan/ jawaban siswa.
 Memuji dan memberi dorongan dengan senyum, anggukan atas partisipasi siswa.
 Memberi tuntunan pada siswa agar dapat memberi jawaban yang benar.
 Memberi pengarahan sederhana dan pancingan, agar siswa memberi jawaban yang benar.

c. Keterampilan bertanya
 Pertanyaan guru sebagian besar telah cukup jelas
 Pertanyaan guru sebagian besar jelas kaitanya dengan masalah.
 Pertanyaan ditunjukan keseluruhan kelas lebih dahulu, baru menunjuk
 Guru menggunakan teknik -pause- dalam menyampaikan pertanyaan
 Pertanyaan didistribusikan secara merata diantara para siswa.
 Teknik menunjuk yang memungkinkan seluruh siswa siap.
d. Keterampilan menerangkan
 Keterangan guru berfokus pada inti pelajaran
 Keterangan guru menarik perhatian siswa
 Keterangan guru mudah ditangkap(dicerna) oleh siswa.
 Penggunaan contoh, ilustrasi, analogi, dan semacamnya menarik perharian siswa.
 Guru memperhatikan dengan sungguh-sungguh respon siswa yang berupa pertanyaan, reaksi, usul dan semacamnya.
 Guru menjelaskan respon siswa, sehingga siswa menjadi jelas dan mengerti.
e. Keterampilan mendayagunakan media
 Pemilihan media sesuai dengan PBM yang diprogramkan
 Teknik mengkomunikasikan media tepat.
 Organisasi mengkomunikasikan media menunjang PBM.
 Guru trampil menggunakan media.
f. Keterampilan menggunakan metode yang tepat
 Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan tujuan pengajaran.
 Ada kecocokan antara metode yang dipilih dengan materi pelajaran dan situasi kelas.
 Dalam menggunakan metode telah memenuhi / mengikuti sistematika metode tersebut
 Alat yang dapat menunjang kelancaran penggunaan metode tersebut telah disiapkan.
 Menguasai dalam penggunaan metode tersebut.
 Aspek mengadakan interaksi
 Ada keseimbangan antara jumlah kegiatan guru (aksi) dengan kegiatan siswa (reaksi) selama proses belajar mengajar.
 Ada pengaruh langsung yang berupa :
" Informasi
" Pengarahan
" Menyalahkan atau membenarkan adalah cukup komunikatif
 Nampak ada partisipasi dari siswa yang berupa :
" Mendengarkan
" Mengamati
" Menjawab
" Bertanya
" Mencoba
g. Keterampilan penampilan verbal non verbal
 Gerakan guru wajar dan bertujuan.
 Gerakan guru bebas
 Isyarat guru menggunakan tangan, badan, dan wajah cukup bervariasi
 Suara guru cukup bervariasi, lemah dan keras.
 Ada pemusatan perhatian dari pihak siswa.
 Pengertian indera melihat dan mendengar berjalan dengan wajar.
h. Keterampilan penjajagan/assesment
 Menaruh perhatian kepada siswa yang mengalami kesulitan.
 Adanya kesepakatan guru terhadap tanda siswa yang mengalami salah pengertian
 Melakukan penjajagan kepada siswa tentang pelajaran yang telah diterimanya
 Mencari/melakukan apa yang menjadi sumber terjadinya kesulitan.
 Melakukan kegiatan untuk mengatasi/menunjukan kesulitan siswa.
i. Keterampilan menutup pelajaran
 Dapat menyimpulkan pelajaran dengan tepat.
 Dapat menggunakan kata-kata yang dapat membesarkan hati siswa
 Dapat menimbulkan perasaan mampu ( sense of achievment) dari pelajaran yang diproleh.
 Dapat mendorong siswa tertarik pada pelajaran yang telah diterima.


Persiapan Penyelenggaraan
Dalam mempersiapkan penyelenggaraan micro teaching kita harus menetapkan.
 Waktu / bilamana diadakan micro teaching
 Tempat, dimana kapan diguanakan, pelaksanaan micro teaching
 Personalia dalam micro teaching (calon yang praktek, peserta didik/siswa guru, orang yang akan mengadakan observasi dan penilaian, ahli teknik alat rekaman)
 Pola micro teaching yang akan digunakan dan dikembangkan.
 Rencana kegiatan dan prosedur kegiatan micro teaching
 Sarana dan prasarana.
 Follow up.
Dalam follow up ditentukan kapan mengajar dikelas yang sebenarnya atau melaksanakan tugas profesional guru.

II. SILABUS
A. PANDUAN PENYUSUNAN SILABUS
I. PENDAHULUAN
Silabus adalah suatu rencana yang mengatur kegiatan pembelajaran dan pengelolaan kelas, serta penilaian hasil belajar dari suatu mata kuliah. Silabus ini merupakan bagian dari kurikulum sebagai penjabaran Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar ke dalam materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian hasil belajar. Dengan demikian pengembangan silabus ini minimal harus mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut: kompetensi apakah yang harus dimiliki oleh peserta didik, bagaimana cara membentuk kompetensi tersebut, dan bagaimana cara mengetahui bahwa peserta didik telah memiliki kompetensi itu. Silabus ini akan sangat bermanfaat sebagai pedoman bagi pengajar karena berisi petunjuk secara keseluruhan mengenai tujuan dan ruang lingkup materi yang harus dipelajari oleh peserta didik. Selain itu, juga menerangkan tentang kegiatan belajar mengajar, media, dan evaluasi yang harus digunakan dalam proses pembelajaran kepada peserta didik. Dengan berpedoman pada silabus diharapkan pengajar akan dapat mengajar lebih baik, tanpa khawatir akan keluar dari tujuan, ruang lingkup materi, strategi belajar mengajar, atau keluar dari sistem evaluasi yang seharusnya.
II. KOMPONEN SILABUS
Menurut para ahli pembuat kurikulum, terdapat banyak macam komponen silabus yang tersusun dalam suatu matrik silabus. Hal inilah yang harus dicermati dan dipilih oleh suatu institusi dalam mengelompokkan komponen-komponen tersebut. Setiap institusi berdasarkan kriteria atau standar yang diacu dapat menentukan sendiri komponen apa yang dipilih dan disusun pada matrik dalam menyusun silabus suatu mata kuliah. Pada prinsipnya semakin rinci silabus akan semakin memudahkan pengajar dalam menjabarkannya ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Adapun komponen silabus suatu mata kulian, tersebut di bawah ini.
1. Identitas Mata Kuliah
Identitas mata kuliah dapat meliputi: nama mata kuliah atau blok mata kuliah, kode mata kuliah, bobot mata kuliah, semester , dan mata kuliah prasyarat jika ada.
2. Standar Kompetensi (SK)
Standar Kompetensi adalah seperangkat kompetensi yang dibakukan sebagai hasil belajar materi pokok tertentu dalam satuan Pendidikan, merupakan kompetensi bidang pengembangan dan materi pokok per satuan pendidikan per satu kelas yang harus dicapai peserta didik selama satu semester.
3. Kompetensi Dasar (KD)
Kompetensi Dasar adalah rincian kompetensi dalam setiap aspek materi pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik sehingga kompetensi dapat diukur dan diamati. Kompetensi Dasar sebaiknya selalu dilakukan perbaikan dan pengayaan guna memenuhi keinginan pasar.
4. Indikator
Indikator merupakan wujud dari KD yang lebih spesifik, yang merupakan cerminan dari kemampuan peserta didik dalam suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar yang telah dilalui. Bila serangkaian indikator dalam suatu kompetensi dasar sudah dapat dicapai peserta didik, berarti target KD tersebut sudah terpenuhi.
5. Pengalaman belajar
Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Pengalaman belajar dikembangkan untuk mencapai KD melalui strategi pembelajaran.
Dengan melakukan pengalaman belajar yang tepat mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan mempunyai kemampuan kognitif, psikomorik, dan afektif yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill). Oleh karenanya yang membedakan antara perguruan tinggi satu dengan yang lain tercermin pada perbedaan pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa.
6. Materi pokok
Bagian struktur keilmuan suatu bahan kajian yang dapat berupa pengertian, konsep, gugus isi atau konteks, proses, bidang ajar, dan keterampilan.
7. Waktu
Merupakan lama waktu dalam menit yang dibutuhkan peserta didik mampu menguasi KD yang telah ditetapkan.
8. Sumber pustaka
Sumber pustaka adalah kumpulan dari referensi yang dirujuk atau yang dianjurkan, sebagai sumber informasi yang harus dikuasai oleh peserta didik.
9. Penilaian
Penilaian ini berarti serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan informasi; dan kemudian menggunakan informasi tersebut untuk pengambilan keputusan. Dengan adanya berbagai rumusan komponen silabus mata kuliah, maka Lembaga Pengembangan Pendidikan Universitas Sebelas Maret (LPP UNS) berupaya dan berusaha untuk dapat menyusun matrik silabus mata kuliah atau blok mata kuliah dengan komponen-komponen silabus yang tersusun dalam suatu format seperti terlampir dalam panduan ini.
III. CARA PENYUSUNAN SILABUS
Adapun langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan silabus suatu mata kuliah atau blok mata kuliah, sebagai berikut:
1. Identifikasi Mata Kuliah atau Blok Mata Kuliah
Tuliskan identitas Program studi, nama mata kuliah atau blok mata kuliah, kode mata kuliah, bobot SKS, semester, dan mata kuliah prasyarat bila ada (bersumber pada kurikulum yang sudah ada).
2. Perumusan Standar Kompetensi (SK)
Rumuskan Standar Kompetensi (SK) dari setiap mata kuliah yang didasarkan pada tujuan akhir dari mata kuliah tersebut. Tuliskan dengan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik (lihat pada lampiran daftar kata kerja operasional).
3. Perumusan Kompetensi Dasar (KD)
a. Jabarkan SK yang telah dirumuskan menjadi beberapa KD untuk memudahkan pencapaian dan pengukukurannya. Tuliskan dengan kata kerja operasional seperti pada SK yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Bila perlu gunakan kata kerja yang paling tinggi tingkatannya dalam ranah yang terkait.
b. Bilamana perlu dan masih dianggap relevan, dapat menambahkan beberapa KD lagi.
4. Perumusan Indikator
Tuliskan indikator dengan kata kerja operasional, yang merupakan penjabaran dari KD. Kata kerja operasional pada rumusan indikator dapat dirinci sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan dapat ditulis secara terpisah antara aspek Mkognitif, afektif, dan psikomotorik. Perlu diketahui bahwa sangatlah mungkin untuk mencapai satu KD dapat dicapai dengan beberapa indikator.
5. Penentuan Materi Pokok
Materi pokok adalah pokok/sub pokok bahasan, merupakan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai KD yang telah ditentukan dengan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:
a. Prinsip relevansi, artinya ada kesesuaian antara uraian materi pokok dengan KD yang ingin dicapai.
b. Prinsip konsistensi, artinya ada keajegan antara materi pokok dan uraian materi pokok dengan KD dan SK.
c. Prinsip edukasi, artinya adanya kecukupan materi yang diberikan untuk mencapai KD. Keseluruhan materi pokok yang dijabarkan dari setiap KD, perlu dibuat bagan alur agar runtut dan sistematis dalam pembelajaran.
6. Pemilihan Pengalaman Belajar
Tuliskan pengalaman belajar dengan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur dengan mudah. Pengalaman belajar merupakan rangkaian kegiatanyang harus dilakukan mahasiswa secara berurutan untuk mencapai KD.
a. Sebaiknya penentuan urutan langkah pembelajaran diperhatikan, terlebih untuk materi bahasan yang memerlukan prasyarat tertentu.
b. Sebaiknya urutan langkah pembelajaran disusun berdasarkan pendekatan
yang bersifat spiral, dari mudah ke yang lebih sukar, dari kongkrit ke yang abstrak, dari yang sederhana ke yang lebih kompleks, dan sebaiknya urutan pembelajarannya terstruktur.
c. Sebaiknya rumusan pengalaman belajar memberi inspirasi terhadap metode pembelajaran atau metode mengajar.
7. Alokasi Waktu
Tuliskan perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai satu KD, dengan mempertimbangkan: tingkat kesukaran materi, cakupan materi, frekuensi
penggunaan materi, tingkat pentingnya materi yang dipelajari, serta cara penyampaian materi (meliputi kegiatan Tatap muka (T), Praktek (P), Lapangan/ Klinis ( L/K ) dengan ketentuan: T : P : L/K = 1 : 2 : 3). Artinya bobot 1 SKS apabila dilakukan dengan tatap muka dilaksanakan den 160’, untuk Praktek diperlukan waktu 2x 60’, dan bila melalui lapangan/klinis
(L/K) perlu waktu 3x 60’.
8. Sumber/Bahan/Alat
Buatlah analisis kebutuhan terhadap sumber pembelajaran, alat dan bahan yang akan digunakan (didasarkan pada relevansi, konsistensi, dan edukuasi). Penulisan sumber pustaka berdasarkan kaidah atau aturan yang telah diakui secara umum. Adapun yang dimaksud: a) sumber adalah buku-buku rujukan atau referensi berupa buku teks, jurnal, laporan penelitian atau bahan ajar lainnya; b) alat dan bahan adalah peralatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik agar SK, KD, indikator-indikator, dan engalaman belajar yang telah direncanakan dapat berhasil dicapa (didasarkan pada 3E: Ekonomis, Efisien, dan Efektif).
9. Penilaian
Tentukan teknik penilaian yang dapat digunakan untuk mencapai KD. Sebaiknyapenyusunan alat penilaian didasarkan pada indikator indikator yang telah dirumuskan, sehingga alat penilaian tersebut betul-betul mengukur apa yang seharusnya diukur. Alat penilaian dapat berupa tes lisan atau tertulis,
chek list, tagihan yang dapat berupa laporan, resume materi dan lain-lain.




III. Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation (GI)

Santyasa mengungkapkan pembelajaran kooperatif tipe GI didasari oleh gagasan John dewey tentang pendidikan, bahwa kelas merupakan cermin masyarakat dan berfungsi sebagai laboratorium untuk belajar tentang kehidupan di dunia nyata yang bertujuan mengkaji masalah-masalah sosial dan antar pribadi. Menurut Winataputra (1992:39) model GI atau investigasi kelompok telah digunakan dalam berbagai situasi dan dalam berbagai bidang studi dan berbagai tingkat usia. Pada dasarnya model ini dirancang untuk membimbing para siswa mendefinisikan masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah itu, mengumpulkan data yang relevan, mengembangkan dan mengetes hipotesis.
Menurut Depdiknas (2005:18) pada pembelajaran ini guru seyogyanya mengarahkan, membantu para siswa menemukan informasi, dan berperan sebagai salah satu sumber belajar, yang mampu menciptakan lingkungan sosial yang dicirikan oleh lingkungan demokrasi dan proses ilmiah. Menurut Winataputra (1992:63) sifat demokrasi dalam kooperatif tipe GI ditandai oleh keputusan-keputusan yang dikembangkan atau setidaknya diperkuat oleh pengalaman kelompok dalam konteks masalah yang menjadi titik sentral kegiatan belajar. Guru dan murid memiliki status yang sama dihadapan masalah yang dipecahkan dengan peranan yang berbeda. Jadi tanggung jawab utama guru adalah memotivasi siswa untuk bekerja secara kooperatif dan memikirkan masalah sosial yang berlangsung dalam pembelajaran serta membantu siswa mempersiapkan sarana pendukung. Sarana pendukung yang dipergunakan untuk melaksanakan model ini adalah segala sesuatu yang menyentuh kebutuhan para pelajar untuk dapat menggali berbagai informasi yang sesuai dan diperlukan untuk melakukan proses pemecahan masalah kelompok.Ibrahim, dkk. (2000:23) menyatakan dalam kooperatif tipe GI guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5 atau 6 siswa heterogen dengan mempertimbangkan keakraban dan minat yang sama dalam topik tertentu. Siswa memilih sendiri topik yang akan dipelajari, dan kelompok merumuskan penyelidikan dan menyepakati pembagian kerja untuk menangani konsep-konsep penyelidikan yang telah dirumuskan. Dalam diskusi kelas ini diutamakan keterlibatan pertukaran pemikiran para siswa. Slavin (dalam Asthika, 2005:24) mengemukakan tahapan-tahapan dalam menerapkan pembelajaran kooperatif GI adalah sebagai berikut:
1) Tahap Pengelompokan (Grouping)
Yaitu tahap mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi serta mebentuk kelompok investigasi, dengan anggota tiap kelompok 4 sampai 5 orang. Pada tahap ini: 1) siswa mengamati sumber, memilih topik, dan menentukan kategori-kategori topik permasalahan, 2) siswa bergabung pada kelompok-kelompok belajar berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki, 3) guru membatasi jumlah anggota masing-masing kelompok antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan.
Misalnya:
1) Dalam sub pokok bahasan turunan fungsi aljabar, sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah dibuat, guru menyampikan topik yang akan diinvestigasi seperti: (a) Bila y = c maka y’= 0 (c konstanta), (b) Bila y = ax maka y’ = a (a konstanta), dan (c) Bila y = axn maka y’ = a.n.xn-1 (a dan n konstanta)
2) Setelah penyampaian topik bahasan yang akan diinvestigasi: (a) guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih topik yang menarik untuk dipilih dan membentuk kelompok berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki, (b) Guru membatasi anggota kelompok 4 sampai 5 orang dengan cara mengarahkan siswa dan memberikan suatu motivasi kepada siswa supaya bersedia membentuk kelompok baru dan memilih topik.
2) Tahap Perencanaan (Planning)
Tahap Planning atau tahap perencanaan tugas-tugas pembelajaran. Pada tahap ini siswa bersama-sama merencanakan tentang: (1) Apa yang mereka pelajari? (2) Bagaimana mereka belajar? (3) Siapa dan melakukan apa? (4) Untuk tujuan apa mereka menyelidiki topik tersebut?
Misalnya pada topik Bahasan, Bila y = c maka y’= 0 dimana c konstanta, pada tahap ini: 1) siswa belajar tentang turunan fungsi yang nilainya konstan, 2) siswa belajar dengan menggali informasi, bekerjasama dan berdiskusi, 3) siswa membagi tugas untuk memecahkan masalah topik tersebut, mengumpulkan informasi, menyimpulkan hasil investigasi dan mempresentasikan di kelas, dan (4) siswa belajar untuk mengetahui sifat turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan.
3) Tahap Penyelidikan (Investigation)
Tahap Investigation, yaitu tahap pelaksanaan proyek investigasi siswa. Pada tahap ini, siswa melakukan kegiatan sebagai berikut: 1) siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat simpulkan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki, 2) masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan kelompok, 3) siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi dan mempersatukan ide dan pendapat. Misalnya: 1) siswa menemukan cara-cara pembuktian sifat turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan, 2) siswa mecoba cara-cara yang ditemukan dari hasil pengumuplan informasi terkait dengan topik bahasan yang diselidiki, dan 3) siswa berdiskusi, mengklarifikasi tiap cara atau langkah dalam pemecahan masalah tentang topik bahasan yang diselidiki.
4) Tahap Pengorganisasian (Organizing)
Yaitu tahap persiapan laporan akhir. Pada tahap ini kegiatan siswa sebagai berikut: 1) anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam proteknya masing-masing, 2) anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana mempresentasikannya, 3) wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas dalam presentasi investigasi.
Misalnya: 1) siswa menemukan bahwa turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan nilainya adalah 0 jadi rumus yang diberikan terbukti, 2) siswa menemukan bahwa turunan fungsi aljabar yang bernilai konstan nilainya adalah 0 yang dibuktikan dengan definisi turunan dan limit fungsi, 3) siswa membagi tugas sebagai pemimpin, moderator, notulis dalam presentasi investigasi.
5) Tahap Presentasi (Presenting)
Tahap presenting yaitu tahap penyajian laporan akhir. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah sebagai berikut: (1) penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai variasi bentuk penyajian, (2) kelompok yang tidak sebagai penyaji terlibat secara aktif sebagai pendengar, (3) pendengar mengevaluasi, mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap topik yang disajikan. Misalnya: 1) siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dari investigasi yang telah dilaksanakan, 2) siswa yang tidak sebagai penyaji, mengajukan pertanyaan, saran tentang topik yang disajikan, 3) siswa mencatat topik yang disajikan oleh penyaji.
6) Tahap evaluasi (evaluating)
Pada tahap evaluating atau penilaian proses kerja dan hasil proyek siswa. Pada tahap ini, kegiatan guru atau siswa dalam pembelajaran sebagai berikut: 1) siswa menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya, pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan tentang pengalaman-pengalaman efektifnya, 2) guru dan siswa mengkolaborasi, mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan, 3) penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa. Misalnya: 1) siswa merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan, 2) siswa menggabungkan tiap topik yang diinvestigasi dalam kelompoknya dan kelompok yang lain, 3) guru mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus.

IV. Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan

Mengawali tulisan ini, saya ingin memberikan beberapa pemikiran dalam rangka upaya untuk mengembangkan mutu pendidikan melalui proses pembelajaran. Pokok-pokok pikiran ini merupakan bagian dari visi dan misi sekolah.
Pendidikan merupakan kunci untuk semua kemajuan dan perkembangan yang berkualitas, sebab dengan pendidikan manusia dapat mewujudkan semua potensi dirinya baik sebagai pribadi maupun sebagai warga masyarakat. Dalam rangka mewujudkan potensi diri menjadi multiple kompetensi harus melewati proses pendidikan yang diimplementasikan dalam proses pembelajaran.
Berlangsungnya proses pembelajaran tidak terlepas dengan lingkungan sekitar. Sesungguhnya pembelajaran tidak terbatas pada empat dinding kelas. Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan menghapus kejenuhan dan menciptakan peserta didik yang cinta lingkungan.
Berdasarkan teori belajar, melalui pendekatan lingkungan pembelajaran menjadi bermakna. Sikap verbalisme siswa terhadap penguasaan konsep dapat diminimalkan dan pemahaman siswa akan membekas dalam ingatannya.
Buah dari proses pendidikan dan pembelajaran akhirnya akan bermuara pada lingkungan. Manfaat keberhasilan pembelajaran akan terasa manakala apa yang diperoleh dari pembelajaran dapat diaplikasikan dan diimplementasikan dalam realitas kehidupan. Inilah salah satu sisi positif yang melatarbelakangi pembelajaran dengan pendekatan lingkungan.
Model pembelajaran dengan pendekatan lingkungan, bukan merupakan pendekatan pembelajaran yang baru, melainkan sudah dikenal dan populer, hanya saja sering terlupakan. Adapun yang dimaksud dengan pendekatan lingkungan adalah suatu strategi pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan sebagai sasaran belajar, sumber belajar, dan sarana belajar. Hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memecahkan masalah lingkungan dan untuk menanamkan sikap cinta lingkungan (Karli dan Yuliaritiningsih, 2002).
Pembelajaran dengan pendekatan lingkungan sangat efektif diterapkan di sekolah dasar. Hal ini relevan dengan tingkat perkembangan intelektual usia sekolah dasar (7-11 tahun) berada pada tahap operasional konkret (Piaget, dalam Wilis:154). Hal senada dikatakan Margaretha S.Y., (2002) bahwa kecenderungan siswa sekolah dasar yang senang bermain dan bergerak menyebabkan anak-anak lebih menyukai belajar lewat eksplorasi dan penyelidikan di luar ruang kelas.
Konsep-konsep sains dan lingkungan sekitar siswa dapat dengan mudah dikuasai siswa melalui pengamatan pada situasi yang konkret. Dampak positif dari diterapkannya pendekatan lingkungan yaitu siswa dapat terpacu sikap rasa keingintahuannya tentang sesuatu yang ada di lingkungannya. Seandainya kita renungi empat pilar pendidikan yakni learning to know (belajar untuk mengetahui), learning to be (belajar untuk menjadi jati dirinya), learning to do (Belajar untuk mengerjakan sesuatu) dan learning to life together (belajar untuk bekerja sama) dapat dilaksanakan melalui pembelajaran dengan pendekatan lingkungan yang dikemas sedemikian rupa oleh guru.
Penulis terilhami menuangkan tulisan ini dengan maksud untuk dikembangkan menjadi visi misi sekolah sebagai prioritas untuk meningkatkan mutu pendidikan. Mudah-mudahan tulisan singkat ini dapat menjadi bahan masukan bagi para guru untuk menengok lingkungan sekitar yang penuh arti sebagai sumber belajar dan informasi yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara efektif. Model pendekatan ini pun relevan dengan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM), sehingga pada gilirannya dapat mencetak siswa yang cerdas dan cinta lingkungan.
Siswa boleh saja berpikir secara global, tetapi mereka harus bertindak secara lokal. Artinya, setiap orang/siswa perlu belajar apa pun, bahkan mencari hikmah dari berbagai macam pengalaman bangsa-bangsa lain di seluruh dunia, namun pengetahuan tentang pengalaman bangsa-bangsa lain tersebut dijadikan sebagai pembelajaran dalam tindakan di lingkungan secara lokal. Dengan cara kerja seperti itu, kita tidak perlu melakukan trial and error yang berkepanjangan, melainkan kita belajar dari kesalahan-kesalahan orang lain, sementara kita sekadar meneruskan kerja dari paradigma yang benar.
Bekerja dan belajar yang berbasis lingkungan sekitar memberikan nilai lebih, baik bagi si pembelajar itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar. Katakanlah belajar ilmu sosial atau belajar ekonomi, maka lingkungan sosial dan ekonomi sekitar dapat menjadi laboratorium alam. Pembelajaran ini dapat dilakukan sembari melakukan pemberdayaan (empowering) terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, sementara si pembelajar dapat melakukan proses pembelajaran dengan lebih baik dan efisien. Mohamad Yunus, penerima Nobel asal Bangladesh adalah orang yang banyak belajar berbasis lingkungan untuk mengembangkan ekonomi. Dengan mendirikan Grameen Bank, dia belajar sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar.
Dasar Pemikiran
Pembelajaran dilandasi strategi yang berprinsip pada:
1. Berpusat pada peserta didik
2. Mengembangkan kreativitas peserta didik
3. Suasana yang menarik, menyenangkan, dan bermakna
4. Prinsip pembelajaran aktif, Inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM)
5. Mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai dan makna
6. Belajar melalui berbuat, peserta didik aktif berbuat
7. Menekankan pada penggalian, penemuan, dan penciptaan
8. Pembelajaran dalam situasi nyata dan konteks sebenarnya
9. Menggunakan pembelajaran tuntas di sekolah
Pengertian PAIKEM
PAIKEM adalah singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan.
Pembelajaran inovatif bisa mengadaptasi dari model pembelajaran yang menyenangkan. Learning is fun merupakan kunci yang diterapkan dalam pembelajaran inovatif. Jika siswa sudah menanamkan hal ini di pikirannya tidak akan ada lagi siswa yang pasif di kelas, perasaan tertekan dengan tenggat waktu tugas, kemungkinan kegagalan, keterbatasan pilihan, dan tentu saja rasa bosan.
Membangun metode pembelajaran inovatif sendiri bisa dilakukan dengan cara diantaranya mengakomodir setiap karakteristik diri. Artinya mengukur daya kemampuan serap ilmu masing-masing orang. Contohnya saja sebagian orang ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dengan menggunakan visual atau mengandalkan kemampuan penglihatan, auditory atau kemampuan mendengar, dan kinestetik. Dan hal tersebut harus disesuaikan pula dengan upaya penyeimbangan fungsi otak kiri dan otak kanan yang akan mengakibatkan proses renovasi mental, diantaranya membangun rasa percaya diri siswa.
Kreatif dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa. Menyenangkan adalah suasana belajar-mengajar yang menyenangkan sehingga siswa memusatkan perhatiannya secara penuh pada belajar sehingga waktu curah perhatiannya (“time on task”) tinggi.
Menurut hasil penelitian, tingginya waktu curah perhatian terbukti meningkatkan hasil belajar. Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.
Penerapan PAIKEM dalam Proses Pembelajaran
Secara garis besar, PAIKEM dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Siswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat.
2. Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi siswa.
3. Guru mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan ‘pojok baca’
4. Guru menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.
5. Guru mendorong siswa untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam siswa dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
PAIKEM diperlihatkan dengan berbagai kegiatan yang terjadi selama KBM. Pada saat yang sama, gambaran tersebut menunjukkan kemampuan yang perlu dikuasai guru untuk menciptakan keadaan tersebut. Berikut adalah tabel beberapa contoh kegiatan KBM dan kemampuan guru yang besesuaian.
Kemampuan Guru Kegiatan Belajar Mengajar
Guru merancang dan mengelola KBM yang mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya:
• Percobaan
• Diskusi kelompok
• Memecahkan masalah
• Mencari informasi
• Menulis laporan/cerita/puisi
• Berkunjung keluar kelas
Guru menggunakan alat bantu dan sumber yang beragam. Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misalnya:
• Alat yang tersedia atau yang dibuat sendiri
• Gambar
• Studi kasus
• Nara sumber
Lingkungan
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan Siswa:
• Melakukan percobaan, pengamatan, atau wawancara
• Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
• Menarik kesimpulan
• Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri.
• Menulis laporan hasil karya lain dengan kata-kata sendiri.
Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan Melalui:
• Diskusi
• Lebih banyak pertanyaan terbuka
• Hasil karya yang merupakan anak sendiri
Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa •Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
•Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut.
•Siswa diberi tugas perbaikan atau pengayaan.
Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari. •Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.
•Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari
Menilai KBM dan kemajuan belajar siswa secara terus-menerus •Guru memantau kerja siswa.
•Guru memberikan umpan balik.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengembangan visi dan misi di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

VI.Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik, Taktik, dan Model Pembelajaran


Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang memiliki kemiripan makna, sehingga seringkali orang merasa bingung untuk membedakannya. Istilah-istilah tersebut adalah: (1) pendekatan pembelajaran, (2) strategi pembelajaran, (3) metode pembelajaran; (4) teknik pembelajaran; (5) taktik pembelajaran; dan (6) model pembelajaran. Berikut ini akan dipaparkan istilah-istilah tersebut, dengan harapan dapat memberikan kejelasaan tentang penggunaan istilah tersebut.
Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Dilihat dari pendekatannya, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Newman dan Logan (Abin Syamsuddin Makmun, 2003) mengemukakan empat unsur strategi dari setiap usaha, yaitu :Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya. Mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur (criteria) dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha. Jika kita terapkan dalam konteks pembelajaran, keempat unsur tersebut adalah: Menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil perilaku dan pribadi peserta didik. Mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling efektif. Mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran. Menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran baku keberhasilan. Sementara itu, Kemp (Wina Senjaya, 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya, dengan mengutip pemikiran J. R David, Wina Senjaya (2008) menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran. Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning (Rowntree dalam Wina Senjaya, 2008). Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif. Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something” (Wina Senjaya (2008). Jadi, metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya: (1) ceramah; (2) demonstrasi; (3) diskusi; (4) simulasi; (5) laboratorium; (6) pengalaman lapangan; (7) brainstorming; (8) debat, (9) simposium, dan sebagainya.Selanjutnya metode pembelajaran dijabarkan ke dalam teknik dan gaya pembelajaran. Dengan demikian, teknik pembelajaran dapat diatikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik. Misalkan, penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif. Dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama.
Sementara taktik pembelajaran merupakan gaya seseorang dalam melaksanakan metode atau teknik pembelajaran tertentu yang sifatnya individual. Misalkan, terdapat dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah, tetapi mungkin akan sangat berbeda dalam taktik yang digunakannya. Dalam penyajiannya, yang satu cenderung banyak diselingi dengan humor karena memang dia memiliki sense of humor yang tinggi, sementara yang satunya lagi kurang memiliki sense of humor, tetapi lebih banyak menggunakan alat bantu elektronik karena dia memang sangat menguasai bidang itu. Dalam gaya pembelajaran akan tampak keunikan atau kekhasan dari masing-masing guru, sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan tipe kepribadian dari guru yang bersangkutan. Dalam taktik ini, pembelajaran akan menjadi sebuah ilmu sekalkigus juga seni (kiat)
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran. Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Berkenaan dengan model pembelajaran, Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengetengahkan 4 (empat) kelompok model pembelajaran, yaitu: (1) model interaksi sosial; (2) model pengolahan informasi; (3) model personal-humanistik; dan (4) model modifikasi tingkah laku. Kendati demikian, seringkali penggunaan istilah model pembelajaran tersebut diidentikkan dengan strategi pembelajaran.
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:

Di luar istilah-istilah tersebut, dalam proses pembelajaran dikenal juga istilah desain pembelajaran. Jika strategi pembelajaran lebih berkenaan dengan pola umum dan prosedur umum aktivitas pembelajaran, sedangkan desain pembelajaran lebih menunjuk kepada cara-cara merencanakan suatu sistem lingkungan belajar tertentu setelah ditetapkan strategi pembelajaran tertentu. Jika dianalogikan dengan pembuatan rumah, strategi membicarakan tentang berbagai kemungkinan tipe atau jenis rumah yang hendak dibangun (rumah joglo, rumah gadang, rumah modern, dan sebagainya), masing-masing akan menampilkan kesan dan pesan yang berbeda dan unik. Sedangkan desain adalah menetapkan cetak biru (blue print) rumah yang akan dibangun beserta bahan-bahan yang diperlukan dan urutan-urutan langkah konstruksinya, maupun kriteria penyelesaiannya, mulai dari tahap awal sampai dengan tahap akhir, setelah ditetapkan tipe rumah yang akan dibangun.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional, seorang guru dituntut dapat memahami dan memliki keterampilan yang memadai dalam mengembangkan berbagai model pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan, sebagaimana diisyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Mencermati upaya reformasi pembelajaran yang sedang dikembangkan di Indonesia, para guru atau calon guru saat ini banyak ditawari dengan aneka pilihan model pembelajaran, yang kadang-kadang untuk kepentingan penelitian (penelitian akademik maupun penelitian tindakan) sangat sulit menermukan sumber-sumber literarturnya. Namun, jika para guru (calon guru) telah dapat memahami konsep atau teori dasar pembelajaran yang merujuk pada proses (beserta konsep dan teori) pembelajaran sebagaimana dikemukakan di atas, maka pada dasarnya guru pun dapat secara kreatif mencobakan dan mengembangkan model pembelajaran tersendiri yang khas, sesuai dengan kondisi nyata di tempat kerja masing-masing, sehingga pada gilirannya akan muncul model-model pembelajaran versi guru yang bersangkutan, yang tentunya semakin memperkaya khazanah model pembelajaran yang telah ada.

V. Classroom Assesment atau Authentic Assesment

Saat ini kurikulum berbasis kompetensi merupakan salah satu model kurikulum yang sedang dikembangkan di negara kita. Kurikulum berbasis kompetensi berbeda dengan kurikulum sebelumnya. Salah satu perbedaannya adalah dalam proses penilaian. Pada kurikulum lama penilaian didasarkan atas pertanyaan apa tujuan pembelajaran? Pokok bahasan/sub pokok bahasan apa yang disajikan? Materi apa yang akan diujikan? Dan bagaimana bentuk soalnya? Penilaian lebih menekankan pada penguasaan materi bukan pada kompetensi. Sebaliknya penilaian berbasis kompetensi mengikuti langkah berikut. Kompetensi apa yang akan diujikan? Aspek kemampuan apa yang akan diukur (kognitif, psikomotor atau afektif/value)? Materi apa yang dipilih sebagai bahan ujian? Serta teknik penilaian apa yang digunakan (tes atau non-tes)?Konsekuensi dari langkah-langkah pada penilaian berbasis kompetensi diperlukan sistem penilaian yang berkelanjutan, dimana penilaian merupakan bagian tak terpisahkan dari proses pembelajaran dan mencerminkan masalah dunia nyata dan bersifat holistic atau menyeluruh. Di samping itu diperlukan juga berbagai jenis ukuran serta metode dan criteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar. Untuk itu pemerintah melalui Depdiknas dan BNSP memberikan pedoman sistem penilaian yang dianggap baru khususnya bagi guru dan masyarakat umumnya. Sistem penilaian yang dikembangkan saat ini disebut sistem penilaian kelas.
Di saat yang sama muncul istilah baru yaitu sistem penilaian authentic atau otentik. Munculnya dua sistem penilaian yang sedang disosialisasikan saat ini secara jujur membuat penulis bingung. Setelah penulis mencari informasi dari beberapa sumber, khususnya dari internet, maka dalam tulisan ini penulis ingin memberikan sedikit pengalaman dan mencoba untuk memberikan penjelasan sesuai dengan pemahaman penulis mengenai sistem penilaian mana yang dipakai dalam kurikulum berbasis kompetensi, penilaian kelas atau penilaian otentik atau mungkin kedua-duanya.
A. Penilaian Kelas (Classroom Assesment)
Penilaian kelas atau classroom assessment dan penilaian otentik atau authentic assessment merupakan dua teori penilaian yang berbeda dalam hal fungsi dan teknik penilaian. Penilaian otentik merupakan sistem penilaian yang mengevaluasi apa yang telah dipelajari oleh peserta didik dan menguji keseluruhan kemampuannya. Penilaian lebih ditekankan pada masalah dunia nyata sehingga peserta didik dituntut untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan masalah. Sebaliknya teknik penilaian kelas merupakan serangkaian alat dan latihan yang didesain untuk memberikan informasi yang akurat pada guru tentang kualitas belajar siswa. Informasi yang diperoleh tidak digunakan untuk memberikan nilai atau sebagai bahan evaluasi guru tentang siswa. Sebaliknya lebih banyak digunakan untuk memfasilitasi dialog antara siswa dengan guru tentang kualitas proses belajar serta bagaimana upaya meningkatkannya. Penilaian kelas lebih banyak menjawab pertanyaan sejauh mana siswa belajar? Dan seberapa efektif guru mengajar? Sehingga penilaian kelas sering disebut juga sebagai penelitian kelas atau penelitian tindakan kelas.
Lee Haugen (1999) menjelaskan bahwa teknik penilaian kelas merupakan metoda evaluasi formatif yang memberikan dua tujuan. Pertama, membantu guru untuk menilai tingkat pemahaman siswa tentang materi. Kedua, memberikan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan isi materi pembelajaran, metoda mengajar, dan terutama adalah proses belajar siswa. Evaluasi formatif sangat efektif jika dilakukan. Beberapa keuntungan atau pengaruh yang dapat dihasilkan bagi guru dan siswa bila penilaian kelas sering dilakukan adalah:Untuk guru- Memberikan masukan setiap hari dan dapat diaplikasikan segera- Memberikan informasi yang bermanfaat tentang apa yang telah dipelajari siswa t anpa harus menyediakan waktu untuk mempersiapkan tes atau membaca- Memberikan kesempatan untuk mengetahui miskonsepsi siswa atau ketidakpahaman siswa- Membantu untuk menemukan hubungan kerja yang baik dengan siswa dan mendorong siswa untuk memahami bahwa belajar mengajar merupakan proses yang terus-menerus dan memerlukan partisipasi serius.Untuk Siswa- Membantu mengembangkan penilaian diri dan keterampilan mengelola proses belajar- Mengurangi perasaan terisolasi dan tidak mampu, khususnya di dalam kelas yang besar- Meningkatkan pemahaman dan kemampuan untuk berpikir kritis tentang materi yang dipelajari- Membantu menemukan suatu sikap yang menimbulkan tingkat pemahaman dan ingatan yang lama- Menunjukkan interes dan perhatian guru tentang keberhasilan siswa di dalam kelas.Beberapa pendekatan yang dikembangkan pada penilaian kelas di antaranya adalah:a. Berpusat pada siswa (student-centeredb. Guru sebagai profesional lebih banyak mengarahkan (teacher-directed)
c.Saling menguntungkan guru dan siswa (mutually-beneficial)
d.Bertujuan meningkatkan kualitas belajar siswa bukan dijadikan untuk bahanevaluasiatau menilai siswa (formative)e. Bersifat khas atau khusus (context-specific)f. Proses berkelanjutan (ongoing)g. Berakar dari latihan menjadi guruyang baik (rooted in good teaching practice)Teknik penilaian berbasis kelas memberikan informasi pada guru sebagai alat evaluasiyang bertujuan untuk: a. Mencekataumengetahuilatarbelakangpengetahuansiswab. Mengidentifikasiareaataukawasanyangmenimbukankebingunganc. Memberikan kemampuan pada siswa untuk menilai dirinya sendiri tentang tingkatan belajar siswad. Menentukan gaya belajar siswae. Mencapai target dan membangun keterampilan khusus Beberapa contoh teknik penilaian kelas di antaranya adalah one-minute paper, muddiest point, chaint note, dan sebagainya (lihat dalam Teknik Penilaian Kelas).
B. Penilaian Otentik
John Mueller mendefinisikan penilaian otentik sebagai bentuk asesmen dimana siswa diminta untuk menunjukkan tugas-tugas yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari (real-world task) yang menunjukkan aplikasi bermakna dari pengetahuan dan keterampilannya (Authentic Assesment Tool Home Page).Di dalam penilaian otentik, penilaian seringkali berdasarkan pada performa siswa. Siswa diminta untuk mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan mereka atau kemampuan (kompetensi) di dalam situasi apapun yang sesuai dengan yang mereka hadapi. Penilaian otentik dilakukan untuk mendapat sesuatu yang bertujuan:
a).Mengembangkan respon siswa daripada menyeleksi pilihan-pilihan yang sudah ditentukan sebelumnyab.b).Menunjukkan cara berpikir tingkat tinggi (higher order thinking),c.)Secara langsung mengevaluasi proyek-proyek yang bersifat holistic atau menyeluruhd. Mensintesis dengan pembelajaran di kelase.Menggunakan kumpulan pekerjaan atau tugas siswa (portofolio) dalam jangka waktu lamaf. Memberikan kesempatan untuk melakukan penilaianberagamg.Didasarkandaricriteria yang jelas yang diketahui olehsiswah.Berhubungan erat dengan belajar di kelasi.Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengevaluasi pekerjaannya. Bagaimana penilaian otentik dilakukan, diuraikan sebagai berikut:1.).Mengidentifiksistandar yang akan diberikan kepada siswa2.).Mengembangkan tugas-tugas atau bentuk kegiatan (task) untuk siswa sehingga siswa diharapkan dapat menunjukkan kompetensi-kompetensi yang telah diidentifikasiatauditentukan.
3.).Mengidentifikasikarakteristikdariperformayangbaikataukriteria untuk setiap tugas atau kegiatan yang telah ditentukan serta kriteri yang akan ditunjukkan oleh siswa ketika telah menguasai seluruh standar kompetensi 4. ).Untuk setiap kriteria, dilakukan identifikasi dua atau lebih tingkat performa siswa yang dapat membedakan performa setiap siswa yang berbeda disebut rubrik.Di dalam sistem kurikulum tingkat satuan pendidikan, standar yang dimaksud adalah standar kompetensi, kompetensi dasar, dan standar kompetensi lulusan yang dikeluarkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Sedangkan tugas-tugas atau kegiatan (task) dan kriteria dikembangkan oleh guru sesuai dengan indikator yang disusun dalam silabus. Rubrik merupakan salah satu alat untuk mengumpulkan informasi tentang kompetensi yang dicapai oleh siswa. Bentuk-bentuk rubrik yang dikembangkan oleh pusat pengembangan penilaian di antaranya berbentuk tugs-tugas proyek, unjuk kerja (performance), portofolio atau berbentuk tes tertulis seperti tes pilihan ganda, atau isian. Penilaian otentik mendorong pengintegrasian dari proses pembelajaran, proses belajar dan proses asesmen (penilaian).Di dalam model penilaian tradisional, proses pembelajaran sering dipisahkan dari proses asesmen, tes diberikan setelah pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan sudah dikuasai siswa. Di dalam model penilaian otentik tugas-tugas digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan atau keterampilan dan digunakan sebagai kendaraan untuk belajar siswa. Sebagai contoh, ketika siswa dihadapkan pada pemecahan masalahnya guru sebagai fasilitator dalam proses tersebut, dan cara siswa memecahkan masalah itu menjadi suatu penilaian tentang sejauh mana siswa mampu menerapkan konsep-konsep secara bermakna Berdasarkan uraian di atas, penilaian kelas dan penilaian otentik merupakan cara penilaian yang berbeda berdasarkan cara dan tujuannya. Penilaian kelas lebih menekankan pada peningkatan kualitas belajar siswa serta peningkatan metoda pembelajaran guru di dalam kelas dengan melakukan penilaian secara bersama-sama. Hasil penilaian tidak untuk digunakan untuk memberi penilaian kepada Siswa tetapi lebih diarahkan kepada usaha guru untuk meningkatkan proses pembelajaran di dalam kelas. Sebaliknya penilaian otentik digunakan untuk mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap suatu kompetensi yang telah ditentukan, dan hasilnya digunakan untuk menilai siswa dalam proses pembelajaran.
Di dalam kelas guru disarankan menggunakan kedua jenis penilaian, baik penilaian kelas ataupun penilaian otentik. Penilaian kelas digunakan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan efektifitas pembelajarannya didalam kelas, sedangkan penilaian otentik dilakukan untuk melakukan penilaian terhadap keberhasilan siswa dalam mencapai semua kompetensi yang telah digariskan di dalam silabus, sehingga bisa dijadikan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan, apakah siswa layak untuk pindah ke tingkat yang lebih tinggi atau perlu diadakan remediasi untuk kompetensi yang belum dicapainya (mastery learning).#
Semoga bermanfaat dan dapat diamalkan untuk kemajuan anak bangsa dan negeri ini







DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsuddin Makmun. 2003. Psikologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Remaja.
Bafadal, Ibrahim. 2003. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar: dari Sentralisasi menuju Desentralisasi. Jakarta: Bumi Aksara.
http://gora.edublogs.org/2007/04/09/kompetisi-nasional-guru-inovatif-2007/
http://www.umy.ac.id/berita.php?id=323
Umaedi (1999) Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Directorate Jenderal Pendidikan Dasar dan Menegah, Directorate Pendidikan Menengah Umum. Indonesia, Jakarta.
Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990. Strategi Belajar Mengajar (Diktat Kuliah). Bandung: FPTK-IKIP Bandung.

Udin S. Winataputra. 2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Beda Strategi, Model, Pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran (http://smacepiring.wordpress.com/)

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN ACARA PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU S-1 PGSD IP FKIP UNIVERSITAS LAMPUNG UNIT PROGRAM PELAKSANA METRO TAHUN 2009


01-02 September 2009






“WELCOME TO PGSD UPP METRO CAMPUS
FOR the S-1 new university’s STUDENT
4th GENERATION”




ORGANIZED BY:

HIMPUNAN MAHASISWA DIVISI PGSD UPP METRO
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
















I. PENDAHULUAN
Pertama-tama marilah kita mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNya-lah kita diberi nikmat kesehatan sebagai kesempatan untuk dapat menjalani hari-hari yang telah direncanakan oleh Tuhan kepada kita. Sholawat seiring salam juga tak lupa kita haturkan kepada junjungan Nabi muhammad S.A.W yang senantiasa mengajarkan manusia untuk berbuat kebaikan di masa hidup-Nya, untuk saling mengenal dan bergaul dengan tidak pandang bulu serta selalu berusaha untuk berbuat seadil-adilnya.. Amien .
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu ialah orang yang paling bertaqwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha teliti.” (QS.Al-Hujuraat: 13)
Dalam rangka melaksanakan program kerja Seksi Bidang Harmonisasi Internal dan Paguyuban S-I dalam Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan Divisi (HiMaJIPi) PGSD UPP Metro, maka kami segenap panitia pelaksana Penyambutan Mahasiswa Baru yang telah terbentuk pada tanggal 25 juli 2009 yang lalu, mengucapkan terima kasih dan berucap syukur atas terlaksananya kegiatan penyambutan Mahasiswa Baru S-I angkatan ke-IV tahun 2009 berupa pengenalan seputar Dunia Kampus PGSD UPP Metro dan ramah-tamah yang dikemas dalam acara Buka Puasa Bersama selama dua (2) hari dengan tertib dan lancar.
1.1 Latar Belakang
Ikatan yang harmonis adalah faktor penting untuk membangun sebuah keluarga yang solid. Dalam setiap keluarga terdapat anggota-anggota keluargayang berbeda satu sama lain.








Begitupun halnya dengan keluarga S1 PGSD yang terdiri dari anggota-anggota keluarga dengan keragaman budaya dan latar belakang yang berbeda. Melihat perbedaan inilah tentu dibutuhkan harmonisasi yaitu ikatan-ikatan kekeluargaan yang tidak kaku, saling menghormati, dan saling melengkapi.
Sebuah harmonisasi ikatan kekeluargaan yang solid tidaklah berarti menyeragamkan karakter anggotanya atau saling mereduksi fungsi anggota keluarga lainnya, melainkan menghargai perbedaan, bersinergi, dan bahu membahu dengan kapasitas yang dimiliki masing-masing membentuk keutuhan keluarga. Karena kekeluargaan, kebersamaan dan kepedulian adalah wujud dari sebuah keharmonisan yang harus selalu dipupuk dan dijaga.
Untuk mewujudkan ikatan kekeluargaan PGSD yang harmonis, Himpunan Mahasiswa Jurusan ilmu Pendidikan Divisi (HiMaJIPi) PGSD UPP Metro kemudian membentuk panitia yang bertugas mempersiapkan penyambutan bagi para mahasiswa baru, angkatan 2009, membimbing dan menanamkan rasa kekeluargaan dengan harapan akan membentuk ikatan yang baik, solid, dan harmonis antara semua pihak, khususnya intern mahasiswa PGSD UPP Metro. Dan alhamdulillah rencana itu terwujud dan terlaksana dengan tertib dan lancar.

1.2 Tujuan Kegiatan
1) Menciptakan ikatan kekeluargaan SI PGSD UPP Metro yang harmonis.
2) Memupuk dan mempererat rasa persaudaraan, kekeluargaan dan solidaritas antara mahasiswa baru angkatan 2009 dengan angkatan pendahulunya
3) Memberikan motivasi bagi para mahasiswa baru baik secara moral maupun intelektual dalam peranannya sebagai mahasiswa PGSD.









4) Sebagai sarana menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ilmu pendidikan.
5) Membiasakan mahasiswa baru untuk aktif berfikir dan berkarya, serta
memiliki sikap yang kreatif dan mandiri.
6) Memperkenalkan kepada mahasiswa baru tentang lembaga kemahasiswaan yang ada PGSD Jurusan Ilmu Pendidikan yaitu Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan Divisi (HiMaJIPi) PGSD UPP Metro.
7) Sosialisasi kepada mahasiswa baru mengenai Visi dan Misi HiMaJIPi PGSD UPP Metro Periode 2008/2009 dan 2009/2010.
8) Menyosialisasikan fungsi dan peran HiMaJIPi PGSD UPP Metro bagi mahasiswa baru PGSD UPP Metro.
9) Menumbuhkan semangat berorganisasi bagi kalangan mahasiswa baru.
1.3 Landasan Kegiatan
a. Pancasila dan UUD 1945
b. SK Mendikbud No.155/U/1998 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi
c. UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
d. SK Rektor No. 133/J26/2006 tentang Konstitusi Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung.
e. Tri Dharma Perguruan Tinggi:
 Pendidikan dan Pengajaran
 Penelitian
 Pengabdian Kepada Masyarakat
f. Program Kerja Tahunan Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan Divisi (HiMaJIPi) PGSD UPP Metro.








1.4. Prinsip Pelaksanaan Kegiatan
1. Beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2. Persatuan dan Kesatuan
3. Budi Pekerti
4. Disiplin
5. Kreativitas
6. Mendidik dan Melatih
7. Kekeluargaan/Kebersamaan
8. Tidak ada unsur menyiksa dan balas dendam

II. PELAKSANAAN KEGIATAN
2.1 Nama Kegiatan
Sebagaimana yang terdapat dalam proposal kegiatan, nama kegiatan ini adalah “Penyambutan Mahasiswa Baru S-I angkatan 2009 guna menjalin harmonisasi Ikatan Kekeluargaan antar Mahasiswa PGSD UPP Metro Universitas Lampung”.
2.2 Tema Kegiatan
Sebagaimana yang telah tertulis dalam spanduk, Tema dari kegiatan tersebut adalah :
“WELCOME TO PGSD UPP METRO CAMPUS
FOR the S-1 new university’s STUDENT
4th GENERATION”

spanduk tersebut dipasang di pintu masuk Aula PGSD UPP Metro. Sehingga dapat dibaca oleh seluruh warga PGSD UPP Metro









2.3 Bentuk Kegiatan
Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan dalam penyambutan mahasiswa baru ini, yaitu:
1 Acara Ceremoni (Susunan Acara Terlampir)
2. Perkenalan Dosen dan Staf PGSD UPP Metro (daftar hadir terlampir)
3. Perkenalan Hima Divisi PGSD dan Organisasi Bidang (Terlampir)
4. Perkenalan Mahasiswa Baru (Daftar Hadir Terlampir)
5. Permainan in door (Bertemakan Pendidikan dan humoristik)
6. Pemilihan Pengurus Kelas, Pelatihan Kesiapan Belajar
7. Keterangan Tentang Seragam Kuliah dan Sistem Perkuliahan
8. Senam Pagi (Ayo Bersatu/Siger)
9. Bakti Sosial (Pengumpulan Sarana kebersihan kelas dan Lingkungan, gotong- royong kebersihan kelas dan lingkungan sekitar PGSD UPP Metro)
10. Penanaman Pohon mangga dan pohon sawo.
11. Pentas seni, hukuman untuk meminta maaf bagi mahasiwa/i yang terlambat.
12. Latihan Upacara dan Apel Pagi
13. Permainan out door (Bertemakan Pendidikan dan Kerjasama Team)
14. Pemilihan King and Quent,
15. istirahat………………..(Persiapan Buka Puasa Bersama Oleh Panitia)
16. Buka Puasa Bersama
17. Sholat Maghrib Berjama’ah, sholat isya dan Tarawihan.
18. Ramah-Tamah, bersih-bersih oleh panitia.
19. Penutup.










2.4 Waktu dan Tempat Kegiatan

Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan tertib dan lancar selama 2 hari pada:
Hari : .selasa dan rabu
Tanggal : 01-02 September 2009
Pukul : Mulai pukul 07.00-12.00 untuk hari pertama
Pukul 06.30-12.00 untuk hari ke dua
Dilanjutkan Acara Penutupan pada pukul 16.30-19.00 sekaligus Acara Buka Puasa Bersama Panitia
Tempat :Kampus PS PGSD UPP Metro Universitas Lampung

2.5 Peserta
Mahasiswa Baru S1 PGSD angkatan 2009 yang berjumlah lebih dari 59 orang (daftar terlampir)


2.6 Susunan Kepanitiaan


Pembimbing/Penasehat : Drs. Sarengat, M.Pd (NIP 131410590)
Supotro, A.Ma.Tp (NIP 131782719)
Sutini, S.Pd (NIP 131107027)

PJ. Kegiatan : Kisno /Ketua Hima PGSD (0613053037)
Ketua Pelaksana : Maya Santika (0713053040)
Wakil Ketua : Muhammad Erdiansyah (0713053041)
Sekretaris : Citra Pitaloka (0813053020)
Bendahara : Nia Fatmawati (0713053044)










SEKSI-SEKSI


1. Seksi Acara

Koordinator : Siti Karomah (NPM 0713053053)
Anggota : 1. Nova Amalia (NPM 0813053049)
2. Arifin Ahmad (NPM 0613053008)
3. Syahri Hasan Mulya (NPM 0613053061)
4. Fitka Afrillita (NPM 0813053030)
5. Asih Tiyana (NPM 0813053002)
6. Janie Irma Suryani (NPM 0713053033)
7. Revi Maryani (NPM 0713053047)
8. Anang Suprapto (NPM 0613053005)
9. Teguh Prasetyo (NPM 0713053056)
10. Dona Irawan (NPM 0613053020)
11. Vinantika (NPM 0713053058)


2. Seksi Perlengkapan
Koordinator : Edo Dwi Cahyo (NPM 0813053007)
Anggota : 1. Heru Yuono (NPM 0713053032)
2. Enopri Bayuni (NPM 0713053025)
3. M. Zumarull Haaq (NPM 0813053047)
4. Imam Prabowo (NPM 0813053037)
5. Zahrial Yudha.P (NPM 0813053061)
6. Mardiyana.W (NPM 0813053042)
7. Pratisthita Puji L. (NPM 0813053051)
8. Agung Heri. P. (NPM 0613053003)
9. Wahyu Setiawan (NPM 0613053064)












3. Seksi Kesehatan
Koordinator : Eka Amna Dewi (NPM 0713053024)
Anggota : 1. Rhafli Kurniawan (NPM 0613053052)
2. Rika Beatris (NPM 0613053054)
3. Sihol M.B Gultom (NPM 0613053052)
4. Danti Prameswari (NPM 0713053013)
5. Nerra Deniza (NPM 0613053043)
6. Maiko Sabri Martha (NPM 0813053040)
7. Ria Susi Jumaida (NPM 0613053053)
8. Sulistia Ayuningtiyas (NPM 0613053060)

4. Seksi Humas
Koordinator : Ririn Erianti (NPM 0813053055)
Anggota : 1. Cahyadi Arino. P (NPM 0613053013)
2. Dewi Veni. As (NPM 0813053006)
3. Alif Rosyidah (NPM 0813053015)
4. Ashari Pranowo (NPM 0713053008)
5. Novita Dwi .A (NPM 0813053050)
6. Jurus Setiawan (NPM 0713053034)
7. Siddiq Dharmadi (NPM 0613053058)


5. Seksi Konsumsi
Koordinator : Aslina (NPM 0613053011)
Anggota :1. Ristiana (NPM 0713053049)
2. Yuni Mayuanti (NPM 0713053060) 3. Dewi Oktasari (NPM 0613053017)
4. Ulfa Hasanah (NPM 0613053063)
5. Sumarti (NPM 0713053055)
6. Sumarningsih (NPM 0813053058)
7. Vinda Muryaningrum (NPM 0813053012)
8. Lusi Rudiarti (NPM 0713053038)
9. Lia Komala Sari (NPM 0713053036)
10. David Van A.B. (NPM 0613053016)













Seksi Penerima Tamu
Koordinator : Melinda Gustriana (NPM 0613053039)
Anggota :1. Suci Sukmasari (NPM 0713053054)
2. Ni Wayan Ani Susanti (NPM 0613053046)
3. Annisa Kurniati (NPM 0813053018)
4. Butet Marito. P (NPM 0713053010)
5. Uswatun Khasanah (NPM 0713053057)
6. Agung Saputra (NPM 0713053003)
7. Ni Luh Gede Wahyu S (NPM 0813053048)
8. Tetin Febriana (NPM 0813053061)
9. Miramto (NPM 0613053041)


7. Seksi PubDekDok
Koordinator : Ismet (NPM 0613053034)
Anggota : 1. Reny Margaretha (NPM 0613053051)
2. Into Gusman Prasetya (NPM 0613053033)
3. Fatan Adiatma (NPM 0613053028)
4. Heidy Pratiwi (NPM 0813053035)
5. Oktarina Aristiyawati (NPM 0613053047)
6. Arif Frediyanto (NPM 0713053005)
7. Doddy Kurniawan (NPM 0713053022)
8. Rudi Nugroho (NPM 0613053050)
9. Dewi Ratnasari (NPM 0813053025)
10. Mandasari Ad’ha (NPM 0813053041)
11. Heru Setiawan (NPM 0713053031)








Jadwal Kegiatan
No. Waktu/Tanggal Acara Penanggung Jawab
1.
Selasa,01 september 2009


06.30-07.00 Persiapan Panitia PMB Si. Acara dan P.Tamu






07.00-07.30
07.30-09.00





Penertiban Mahasiswa
Pembukaan
 Pembacaan Ayat Suci Alqur’an dan Sari Tilawah
 Menyanyikan lagu Indonesia Raya
 Sambutan Ketua Pelaksana
 Sambutan Ketua Umum Hima Divisi
 Sambutan Ketua UPP PGSD Metro sekaligus membuka kegiatan
 Pengenalan Dosen, Staf dan Karyawan
 Tanya jawab
 Do’a
 Penutup Si. Acara dan P.Tamu
MC: Janie Irma Surya
Teguh Prasetiyo
vinantika
Winda Maharani
Maya Santika
Kisno

Drs. Sarengat, M.Pd.

Ibu Sutini, S.Pd

Dipandu MC
Kisno
MC











09.0-12.00










Pengenalan Organisasi Hima Divisi
 Intermezzo
 Organisasi Hima dan Sub Bidang
 Perkenalan Pengurus Hima
 Perkenalan Mahasiswa Baru
 Pembagian Kelompok
 Keluar Aula
 Masuk ke kelas
 Permainan Indor
 Pembentukan Komandan Tingkat
 Pembelajaran persiapan Perkuliahan
 Pemberian Tugas Rumah
 Pengumuman-Pengumuman Siti Karomah
Arifin Ahmad & H.Yuono
Kisno
Siti Karomah
Maya Santika&D.Irawan
S. Karomah & Teguh.P
Sie Acara
Sie Acara
Arifin A & H,Yuono
D. Irawan &J.Setiawan
Jurus.S & Anang.S
Maya S , Syahri & Asih.T
Kisno & Maya.S
12.00-12.30


Ishopul (Istirahat Sholat dan Pulang) Teguh P.& Citra.P











2. Rabu, 02 september 2009

06.00-06.30 Penertiban Peserta. Si.Acara (PJ.Senam)
06.30-07.00 Pelaksanaan Senam Pagi seluruh Warga PGSD ( Kostum Olah Raga) PJ. Senam

07.00-07.30
Istirahat berkelompok di pandu oleh ketua Kelompoknya (Panitia), sekaligus pengumpulan pekerjaan rumah termasuk sarana dan prasarana kebersihan lingkungan kampus dan kelas.

Maya S. & Sie.Acara
07.30-09.30


09.30-10.00
10.00-11.30
11.30-12.00

Kegiatan Baksos di Kampus PGSD UPP Metro (kelompok masing-masing)

Istirahat dan sharing dengan kelompok yang di pandu oleh paitia.

Latihan upacara dan Apel Pagi

Istirahat, kumpul di lapangan, pengumuman-pengumuman, sholat dan pulang.
Si. Acara dan PJ. Baksos ( Syahri Hasan Mulya)

Panitia dari masing-masing kelompok

Anang.S & Jurus.S

Kisno & Maya.S

KETERANGAN: Jadwal Fleksibel sewaktu-waktu dapat berubah sesuai keadaan.


















13.30-16.00


16.00-16.30

16.30-19.00





Persiapan penutupan kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru di Aula PGSD UPP Metro

Penertiban Mahasiswa

Acara Penutupan Penyambutan Mahasiswa Baru.

Isi Acara :
 Pembukaan
 Pembacaan Ayat Suci Alqur’an beserta Sari Tilawah
 Sambutan ketua pelaksana
 Sambutan ketua umum Hima Divisi
 Sambutan Ketua UPP PGSD Metro sekaligus menutup kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru
 Intermezzo
 Pemilihan King snd Queen
 Siraman Rohani
 Doa
 Penutup
 Istirahat menjelang detik-detik Berbuka Puasa Bersama
 Berbuka Puasa Bersama

 Sholat Maghrib Berjamaah

 Untuk ikhwan di Aula
 Untuk Akhwat di Mushola
 Makan Malam Bersama
 Ramah-tamah
 Sayonara......
 Kebersihan dan Kerapihan Seluruh Panitia


D.Irawan & Teguh.Ps

Sie. Acara



MC : Janie Irma Suryani
Teguh Prasetiyo &
Yuni Mayuanti
MayaSantika
Kisno
Drs. Sarengat, M.Pd


Arifin A & H.Yuono
Kisno & Maya.S
Drs.Siswantoro, M.Pd
Kisno
MC.
Kisno & Teguh.Ps
Kisno & Teguh.Ps


Kisno & Teguh Ps
Nia dan Tika
Sie. Konsumsi (Aslina Dkk)
Panitia
Panitia
Panitia

KETERANGAN: Jadwal Fleksibel sewaktu-waktu dapat berubah sesuai keadaan.








III. ESTIMASI ANGGARAN DANA

A. Alokasi Penggunaan Dana
1. Administrasi dan Kesekretariatan
2. Konsumsi dan Kesehatan
3. Dokumentasi
4. Humas dan Transportasi
5. Dekorasi Spanduk
6. Perlengkapan
Rekapitulasi Alokasi Penggunaan Dana
A. Pengeluaran
1. Administrasi dan Kesekretariatan : Rp 55.000-,
2. Perlengkapan : Rp 150.000-,
3. Konsumsi dan Kesehatan : Rp.1.403.200,-
4. Dokumentasi : Rp 150.000-,
5. Humas dan Transportasi : Rp 50.000-,
6. Dekorasi Spanduk : Rp 350.000-,
Total Pengeluaran : Rp.1.958.200,-
B. Pemasukan
Peserta dan panitia @Rp. 10.000,- x 113 orang : Rp 1.130.000-,
Kas Hima :Rp 598.200-,
Donatur Spanduk :Rp 300.000-,
Total Pemasukan :Rp 2.028.000-,

Saldo : Total Pemasukan – Total Pengeluaran = Rp 2.028.000-,– Rp. 1.958.200,- = Rp 70.000-,









IV. PENUTUP
4.1 Uraian Penutup
Demikian proposal kegiatan penyambutan mahasiswa baru angkatan 2009 ini kami buat sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan yang akan dilasanakan. Untuk semua pihak yang memberikan dukungan, bantuan dan partisipasi, kami mengucapkan terima kasih. Semoga Allah swt senantiasa melindungi kita semua, sehingga acara ini dapat berjalan lancar sesuai dengan yang diharapkan tanpa ada halangan suatu apapun, amin.

4.2 Lembar Pengesahan
1. Judul Kegiatan : “Penyambutan Mahasiswa Baru angkatan 2009 sebagai bentuk Harmonisasi Ikatan Kekeluargaan S1 PGSD UPP Metro Unversitas Lampung”
2. Ketua Pelaksana
a. Nama : Maya Santika
b. NPM : 0713053040
c. Fakultas : KIP
d. Semester : 5 B S-1 PGSD

3. Biaya Kegiatan
Pemasukan Rp. 2.028.200,-
Pengeluaran Rp. 1.958.200,-

Saldo Rp. 70.000,-

4. Jangka Waktu Pelaksanaan : Dua Hari

5. Waktu Pelaksanaan : Hari selasa dan rabu /01-02 september 2009










Metro, 03 September 2009

Hormat Kami,

Ketua HIMA Divisi PGSD UPP Metro FKIP Unila



Kisno
NPM 0613053037 Ketua Pelaksana




Maya Santika
NPM 0713053040

Sekretaris




Citra Pitaloka
NPM 0813053020

Diketahui dan di setujui oleh:

KETUA PGSD UPP METRO FKIP Unila




Drs. Sarengat, M.Pd
NIP 131410590 Ka.Ur Kemahasiswaan PGSD UPP Metro FKIP Unila




Supotro, A.Ma.Tp
NIP 131782719

PANDUAN MODERATOR UNTUK SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

Panduan untuk Moderator Seminar PTK (fleksibel)
Assalamu’alaikum.Wr. Wb.
Selamat ( pagi/siang/sore) dan salam sejahtera buat kita bersama
¬¬¬¬¬_____________________________________________________________________

Yth. ............................................................selaku Pembahas, yang Alhamdulillah sudah hadir bersama-sama kita disini.(terima kasih pak/bu...)
Yth. ............................................................. Selaku Pembimbing I (satu ) yang sudah hadir juga disini. (terima kasih pak/bu...)
Yth. ........................................................... selaku pembimbing II (dua) yang juga sudah hadir disini.(terima kasih pak/bu...)
Yth. Audiens, undangan, dan tidak lupa kepada panitia pelaksana, yang turut andil dalam mensukseskan Seminar PTK yang akan disajikan oleh Sdr.........................

Puji syukur kehadirat Allah SWT..........................................................................
.............................................................................................................................................................................................................................................................................. ….
Sholawat seiring salam …………………………………………………………………
....................................................................................................................................................................................................................................................................................
Adapun Susunan/sistematika Acara Seminar Proposal pada hari ini adalah sbb:

Susunan Acara Seminar Proposal Penelitian Tindakan Kelas

Judul : ……………………………………………………...………………………………………………………….....................................................................................................................................................................................................................................................................
Oleh : ...............................................................
Mahasiswa Pada : Prodi S-I PGSD Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP Unila Semester VII B
Hari/Tggl : ......................................................................................
Pukul : .......................................................................................
Adalah sebagai berikut:
1. Pembukaan ( marilah kita buka acara ini dengan mengucapkan lafadz Basmalah.............)

selanjutnya.........
2. Penyampaian Proposal oleh Penyaji selama 15 menit (kpda Sdr...................................dipersilahkan)

ya’ itulah tadi penyajian proposal oleh sdr............................. dengan judul proposalnya: ............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

yang selanjutnya adalah.......
3. Sumbang Saran dari Audiens
Dipersilahkan kepada 3 (tiga) orang Audien untuk memberikan sumbang sarannya atas proposal yang telah disajikan oleh ..................................... .........

Ya’...kepada sdr/i... (sebut namanya) dipersilahkan...!
(penunjukkan audiens, hak moderator)

Selanjutnya.............
4. Tanggapan oleh Penyaji atas Sumbang saran Audiens (kpd penyaji dipersilahkan!)

Selanjutnya adalah:
5. Pembahasan sekaligus Sumbang Saran guna penyempurnaan Proposal oleh Pembahas/penguji (kepada Yth. .................................................. dipersilahkan)

6. Tanggapan oleh Penyaji atas Pembahasan dari Penguji

Berikutnya.........
7. Sumbang Saran dari Pembimbing II (kpd yth. ............................................... dipersilahkan)
8. Tanggapan oleh penyaji atas saran pembimbing II
Berikutnya adalah..........
9. Sumbang Saran dari Pembimbing I (kpd yth....................................................... dipersilahkan)

Selanjutnya:
10. Tanggapan global oleh penyaji atas Sumbang Saran dari Pembimbing I, II, audiens dan Pembahas/penguji yang telah membahas secara teliti serta sumbang sarannya guna penyempurnaan Proposal yang direncanakan oleh sdr .............. (kepda sdr ............................... dipersilahkan)

Sebelum ke penutupan, berikutnya adalah.................................................................
11. Kesimpulan : Apakah Proposal yang di usulkan oleh sdr. ..............................ini layak untuk diteruskan , atau layak diteruskan dengan catatan perbaikan, ataukah ada keputusan lain dari Pembahas dan pembimbing,? Dalam hal ini, kami serahkan kepada Pembahas dan Pembimbing untuk memutuskan atas proposal yang telah diseminarkan oleh Sdr.....................(diawali oleh Pembahas, kpd ............................................................ dipersilahkan!)

12. Silahkan kepada penyaji untuk memberikan tanggapan terakhir atas kesimpulan yang telah diputuskan oleh pembahas dan pembimbing!

13. Acara yang terakhir adalah penutup, marilah kita tutup acara ini dengan mengucapkan Lafadz Hamdallah (Alhamdulillahirobbil’alamin).Saya selaku moderator mohon maaf jika ada penyampaian yang kurang berkenan dan kepada Allah saya mohon ampun. Sampai berjumpa lagi pada seminar berikutnya. Saya akhiri Billahi Taufiq Wal hidayah Wassalamu’alaikum. Wr.Wb

Metro, ............................
Penyaji, Moderator,


............... ................. ...............................
NPM........................ NPM.......................


File:Aakis_nolsatu@yahoo.co.id

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Pelajaran 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 1

Sekolah : SD/MI….
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : IV/ I
Tema :
Standar Kompetensi :
1. Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dari symbol denah/ Lambang korps
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita dan surat
3. Memahami teks agak panjang (150-200 kata) petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi
Kompetensi Dasar :
Membuat gambar/ denah berdasarkan penjelasan yang didengar
Melengkapi percakapan yang belum selesai dengan memperhatikan penggunaan ejaan (tanda baca, titik dua dan tanda petik)
3.1 Menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas
Indikator :
1.1.1 Mampu membuat denah berdasarkan petunjuk
1.1.2 Mampu menceritakan tempat sesuai dengan denah
1.1.3 Mampu membuat kalimat yang mengandung kata di, ke dan dari
4.1.2 Melakukan percakapan dua orang atau lebih

3.1.1 Mampu membaca sekilas teks agak panjang (150-200 kata
3.1.2 Mampu menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas
Lokasi Waktu : 17 x 35 menit (7 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat membuat gambar/ denah berdasarkan penjelasan yang didengar
b. Siswa dapat menceritakan tempat sesuai denah
c. Siswa dapat membuat kalimat yang mengandung kata di ke dan dari
d. Siswa dapat melengkapi percakapan yang belum selesai dengan memperhatikan penggunaan ejaan (tanda baca titik dua dan tanda petik)
e. Siswa dapat melakukan percakapan dua orang atau lebih
f. Siswa dapat membaca sekilas teks agak panjang (150-200 kata)
g. Siswa dapat menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas

2. Materi Pembelajaran
a. Denah
b. Percakapan
c. Pikiran pokok

3. Metode Pembelajaran
a. Bermain peran
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
d. Inkuiri

4. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan I
a. Kegiatan awal
1. Siswa diperlihatkan sebuah denah
2. Siswa bertanya jawab tentang daerah
3. Siswa berkelompok (perbangku)
b. Kegiatan inti
1. Siswa sebangku melakukan percakapan yang ada di buku pelajaran BI
2. Buku BI ditutup
3. Siswa membuat denah sesuai petunjuk percakapan yang mereka lakukan
4. Setelah selesai siswa menguji kebenaran dengan cara membuka buku BI
5. Siswa membuat denah tempat tinggalnya
6. Tukar dengan teman sebangku dan jelaskan denah yang sudah di buat
c. Kegiatan akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa diberi tugas mencari contoh denah (lokasi perumahan, tempat resepsi, dll)
Pertemuan II
a. Kegiatan awal
1. Siswa disuruh mengumpulkan tugas mereka
2. Siswa bertanya jawab tentang denah
b. Kegiatan inti
1. Siswa secara individu membuat denah sekolahnya
2. Mengumpulkan pekerjaannya pada guru
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi
Pertemuan III
a. Kegiatan awal
1. Siswa dan guru bertanya jawab tentang denah sekolah yang telah dibuat
2. Siswa berkelompok
b. Kegiatan inti
1. Siswa membuka buku BI tentang denah sekolah
2. Dari denah tersebut siswa memilih dua tempat yang menarik bagi kelompoknya
3. Siswa menceritakan di depan kelas tentang tempat yang sudah mereka pilih
4. Siswa membuat kalimat yang mengandung kata di, ke, dan dari
5. Siswa mengerjakan soal dari buku Bahasa Indonesia
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi
Pertemuan IV
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai dialog
b. Kegiatan inti
1. Siswa membuka buku BI
2. Siswa melengkapi percakapan yang belum selesai dengan memperhatikan petunjuk langkah-langkahnya
3. Hasil pekerjaan ditukar dengan teman untuk ditanggapi bagaimana kesimpulan dari percakapan tersebut dan benar tidaknya penggunaan ejaan
4. Hasil dikumpulkan pada guru
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi.
Pertemuan V
a. Kegiatan awal
1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai percakapan
2. Siswa berkelompok (masing-masing 3 siswa)
b. Kegiatan inti
1. Siswa diberi waktu 10 menit untuk berdiskusi dengan kelompoknya untuk mempersiapkan percakapan tentang sekolahnya
2. Kelompok melakukan percakapan di depan kelas secara bergantian
3. Kelompok yang belum maju/sudah maju memberi contoh penilaian kepada yang sedang maju (selalu bergantian)
4. Siswa menentukan kelompok terbaik
5. Siswa dan guru memberi penghargaan bagi kelompok yang baik dari hasil pemilihan siswa
6. Siswa dan guru menarik kesimpulan mengenai bagaimana melakukan percakapan yang menarik
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi.
Pertemuan VI
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang macam-macam membaca.
b. Kegiatan inti
1. Siswa membuka buku BI
2. Siswa membaca sekilas bacaan yang ada dalam buku
3. Siswa menentukan pikiran pokok tiap-tiap paragraf pada teks tersebut
4. Siswa dan guru mengambil kesimpulan
c. Kegiatan akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa diberi tugas mencari bacaan dari majalah, koran, atau buku untuk dibaca sekilas dan menandai pikiran pokok tiap-tiap paragraf dalam bacaan tersebut, kemudian mencatatnya dan mengumpulkannya pada guru
Pertemuan VII
Ulangan harian

5. Sumber bacaan
a. Buku bahasa Indonesia
b. Koran
c. Majalah
d. Buku perpustakaan
e. Buku pendamping yang relevan

6. Penilaian
a. Teknik : Tes tertulis, portofolio, tes unjuk kerja
b. Bentuk instrumen : Uraian, lisan, dokumen pekerjaan, simulasi
c. Soal / Instrumen :

Mendengarkan
1. Siswa diperdengarkan petunjuk di bawah ini!
Rumah Tita berada di Jalan Padi nomor 2. Rumah Tita menghadap ke selatan. Tepatnya disebelah utara toko Mulia. Kamu dapat berjalan kearah timur jalan Mawar. Sampai di simpang tiga, berbeloklah ke arah utara. Berjalanlah melewati jalan Melati. Sampai disimpang empat, berbeloklah kearah timur. Berjalanlah melewati jalan Padi. Kamu dapat menemukan rumah Tita di Jalan Padi.
Buatlah denah berdasarkan petunjuk yang telah kamu dengar!
2. Buatlah kalimat yang mengandung kata di, ke, dan dari dengan menggunakan kata-kata berikut:
a. Denpasar
b. Sekolah
c. Utara
d. Kiri
e. Pantai

3. Terangkan letak SD Taruna Muda dari rumah Adit berdasarkan denah berikut, SD Taruna menghadap ke arah selatan!

Menulis
Lengkapilah percakapan berikut dengan empat kalimat!
Mawar : "Tari, bagaimana cara menemukan pikiran pokok bacaan?"
Tari : "Mudah kok, Mawar. Kamu cari saja pikiran pokok membaca sekilas!"
Mawar : "Membaca sekilas?"
Tari : "Iya, membaca sekilas"
Mawar : "Bagaimana caranya?"
Tari : "Membaca sekilas dapat dilakukan dengan membaca cepat bacaan untuk mendapatkan sesuatu atau informasi tanpa membaca yang lain

Membaca
Tentukan pikiran pokok tiap-tiap paragraf dalam bacaan di bawah ini!
Membina Tim Olimpiade MIPA Tingkat Sekolah Dasar
Bunda Guru. Panggilan itu melekat pada diri Elvira. Paling tidak, itulah yang diucapkan oleh sejumlah bocah berbakat di pemusatan pelatihan anak berbakat Indonesia. Pusat pelatihan anak berbakat Indonesia berada di kantor Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPM) Lenteng Agung Jakarta Selatan. Dari jaman intan berjalan kebarat. Sampai di jalan Emas, berjalan ke arah utara. Setelah ada perempatan, berjalan ke timur yaitu jalan perak, sebelah timurnya gedung kartini, dan sebelah baratnya TK Taruna Muda (Jawaban kebijaksanaan guru).
3. a. 1. Paman saya sedang berada di Denpasar
2. Saya ingin bertamasya ke pantai bersama keluarga
3. Ibu pulang dari pasar
b. Dan seterusnya (kebijaksaan guru)

Menulis
Jawaban diserahkan (kebijaksanaan guru)
Membaca
1. Bunda guru
2. Perempuan kelahiran Rangat, Riau, 5 Maret 1962 itu, memang aktif membina anak-anak berbakat yang tergabung dalam tim Olimpiade Matematika dan IPA siswa-siswa sekolah dasar sejak tahun 2001
3. Kini, sepertinya untuk siswa sekolah dasar, bunda Elvira layak diberi acungan jempol sebagai pendamping setia anak-anak berbakat Indonesia yang masih bau kencur itu
4. Menurut Elvira, proses seleksi siswa SD berbakat yang akan dipersiapkan, untuk ikut bergabung dalam Olimpiade cukup panjang


Mengetahui
Kepala Sekolah


____________________
NIP Guru Kelas



____________________
NIP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 2

Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : IV/ I
Tema : Kesenian
Standar Kompetensi :
1. Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah/ lambang korps
2. Mendiskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk percakapan, petunjuk cerita, dan surat
Kompetensi Dasar :
1.1. Menjelaskan kembali secara lisan atau tertulis penjelasan tentang simbol daerah/ lambang korps
Mendiskripsikan tempat sesuai denah/gambar denga kalimat yang runtut
4.1. Melengkapi percakapan yang belum seelsai dengan memperhatikan penggunaan ejaan (tanda baca titik dua dan tanda petik)
Indikator :
1.2.1. Mampu menjelaskan kembali secara lisan setelah diperdengarkan penjelasan mengenai lambang/korps
1.2.2.Mampu menyebutkan unsur gambar yang terdapat dalam simbol
1.2.3.Mampu menjelaskan arti masing-masing simbol
2.2.4.Mampu meyebutkan nama bagian suatu alat
2.2.5.Mampu menjelaskan manfaat bagian suatu alat
2.2.6.Mampu menjelaskan penggunaan suatu alat
4.3.1.Mampu menuliskan beberapa kalimat sesuai dengan paragrap
4.3.2.Mampu melengkapi paragrap yang rumpang dengan kalimat yang sesuai
Lokasi Waktu : 19 x 35 menit (8 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat menjelaskan kembali secara tertulis setelah diperdengarkan penjelasan mengenai lambang/korps
b. Siswa dapat menyebutkan unsur gambar yang terdapat dalam lambang/korps
c. Siswa dapat menjelaskan arti masing-masing unsur gambar (simbol)
d. Siswa dapat menyebutkan nama-nama bagian suatu alat
e. Siswa dapat menjelaskan manfaat bagian suatu alat
f. Siswa dapat menjelaskan cara penggunaan suatu alat
g. Siswa dapat menuliskan beberapa kalimat bagian isi paragrap
h. Siswa dapat melengkapi paragrap yang rumpang

2. Materi Pembelajaran
a. Lambang korps
b. Teks bacaan
c. Petunjuk pembuatan

3. Metode Pembelajaran
a. Tanya jawab
b. Demonstrasi
c. Inkuiri
d. Diskusi
e. Tugas

4. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan I
a. Kegiatan Awal
1. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai lambang/korps
2. Siswa berkelompok
b. Kegiatan Inti
1. Siswa membuka buku pelajaran Bahasa Indonesia
2. Siswa diperdengarkan tentang unsur gambar yang terdapat dalam korps
3. Siswa mendengarkan dan mencatat arti masing-masing simbol
4. Masing-masing arti simbol dijelaskan dua kali
5. Masing-masing kelompok diwakili salah satu maju, menjelaskan secara lisan tentang simbol/korps
6. Setiap kelompok bergantian tampil
7. Arti simbol yang lain sama pelaksanaannya seperti no.1 s/d 6
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa diberi tugas secara kelompok untuk membuat kliping mengenai sumber/simbol

Pertemuan II
a. Kegiatan Awal
1. Siswa mengumpulkan tugas
2. Siswa dan guru bertanya jawab tentang nama-nama bagian suatu alat
3. Siswa berkelompok
b. Kegiatan Inti
1. Siswa membuka buku paket Bahasa Indonesia
2. Siswa berdiskusi dan mengerjakan tugas sesuai petunjuk dalam buku penggunaan
3. Siswa bergantian menceritakan secara lisan cara menggunakan suatu alat dengan bahasa yang runtut
4. Siswa dan guru membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa diberi tugas untuk menjelaskan secara tertulis cara menggunakan suatu alat yaitu seterika listrik, dan manfaat bagian-bagian alat tersebut

Pertemuan III
a. Kegiatan Awal
1. Siswa mengumpulkan tugas (PR)
2. Siswa membentuk kelompok
b. Kegiatan Inti
1. Siswa dan guru membahas tugas dan diambil nilainya
2. Siswa mendengarkan penjelasan tentang petunjuk penggunaan suatu alat yang lain yang digunakan dilingkungan sehari-hari (misal : blender)
3. Siswa berdiskusi
4. Siswa dan guru mengambil kesimpulan bersama-sama
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa mengerjakan tugas praktek cara penggunaan suatu alat, misal tape recorder
3. Siswa diberi tugas membaca buku materi yang akan datang

Pertemuan IV
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya mengenai cara membaca gambar/ denah letak suatu tempat misalkan letak ruang kelas IV
b. Kegiatan Inti
1. Siswa membuka buku Bahasa Indonesia
2. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cara membaca denah/ letak suatu tempat sesuai pada materi yang tertulis dalam buku
3. Siswa membaca denah dengan bahasa yang runtut, untuk menunjukkan letak suatu tempat secara bergantian
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa diberi tugas membuat denah tentang posisi tempat duduknya

Pertemuan V
a. Kegiatan Awal
1. Guru dan siswa bertanya jawab mengenai cara membaca percakapan
2. Siswa berkelompok
b. Kegiatan Inti
1. Siswa membuka buku paket Bahasa Indonesia
2. Siswa membaca teks percakapan
3. Siswa melakukan percakapan sesuai dengan teks
4. Siswa mencatat hal-hal penting yang terdapat dalam percakapan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

PertemuanVI
a. Kegiatan Awal
1. Apersepsi
2. Siswa membentuk kelompok
b. Kegiatan Inti
1. Guru membagikan teks percakapan kepada setiap kelompok
2. Siswa disuruh maju untuk mempraktekkan percakapan tersebut, sedang kelompok yang lain menilai kelompok yang maju
3. Kegiatan tersebut diulangi sampai kelompok yang terakhir
4. Siswa dan guru mengambil kesimpulan mengenai cara mempraktekkan percakapan yang benar bersama-sama
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa disuruh membawa teks percakapant ersebut pada pertemuan berikutnya
Pertemuan VII
a. Kegiatan Awal
1. Apersepsi
2. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pelajaran sebelumnya
3. Siswa berkelompok
b. Kegiatan Inti
1. Siswa disuruh mengamati/ mempelajari teks percakapan yang pada pertemuan sebelumnya dibagikan, mengenai cara-cara menuliskan teks percakapan
2. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok untuk menggungkapkan pendapatnya dan ditulis di papan tulis
3. Setelah semua pendapat tiap kelompok terkumpul, siswa dan guru membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Latihan soal untuk pemantapan materi

Pertemuan VIII
Ulangan harian

5. Sumber Belajar
a. Buku Bahasa Indonesia yang relevan
b. Alat-alat rumah tangga (blender dan seterika listrik)
c. Teks percakapan

6. Penilaian
a. Teknik : Tes tertulis, portofolio, praktik
b. Bentuk instrumen : Uraian, lisan, simulasi
c. Soal / Instrumen :


Kunci Jawaban
1. Membaca
Paragraf 1 :
Paragraf 2 :
Paragraf 3 : Kondisi perpustakaan sekolah umumnya belum memadai, baik ukuran luasnya maupun fasilitasnya
Paragraf 4 : Begitu pula koleksi perpustakaan, banyak buku yang tidak bisa dimanfaatkan
Paragraf 5 : Sudah demikian parahkah perpustakaan sekolah di negara kita? Jawablah tentu relatif, mungkin ya, mungkin tidak.
2. Mendengarkan
Paskibraka adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
Lambang Paskibra adalah bunga teratai yang dikelilingi oleh rantai yang berbentuk lingkaran dan belah ketupat masing-masing 16 buah. Bunga teratai tumbuh dari bawah ke atas, artinya Paskibraka tumbuh dari masyarakat kalangan bawah dari negara yang sedang berkembang.
3. Berbicara
Alternatif jawaban:
Fitria berjalan ke selatan melewati Jalan Dahlia. Sampai di pertigaan, Fitria berjalan ke Barat melewati Jalan Mawar. Sesudah toko Bumi Citra, Fitria berjalan ke Selatan melewati Jalan Kenanga. Sampai di Puskesmas, Fitria berjalan ke Timur melewati Jalan Kantil. Nah, di Jalan Kantil itulah Puskesmas daerah Tegalwuni berada. Tepatnya disebelah timur toko Alam Baru.

4. Menulis
1) No. 1. Tempat dan tanggal penulisan surat
No. 2. Alamat penerima surat
No. 3. Salam pembuka surat
No. 4. Kalimat pembuka surat
No. 5. Isi surat
No. 6. Kalimat penutup isi surat
No. 7. Salam penutup surat
No. 8. Nama dan tanda tangan pengirim surat
2) Jawaban kebijaksanaan guru
3) a. Pak Anton sedang membaca dan menulis
b. Pak Burhan dan Pak Arif membeli mobil
c. Ibu Ani dan Ibu Budi sedang mengajar di kelas
4) a. Mira sedang belajar
Tina sedang belajar
b. Rudi sedang membuat kliping
Anton sedang membuat kliping


Mengetahui
Kepala Sekolah


____________________
NIP ……………………………
Guru Kelas


____________________
NIP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 3

Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : IV/ I
Tema : Kegiatan
Standar Kompetensi :
1. Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dari symbol / Lambang korps
2. Mendiskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat
3. Memahami teks agak panjang (150-200 kata) petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat
Kompetensi Dasar :
1.2 Menjelaskan kembali secara lisan/tertulis penjelasan tentang symbol, daerah/lambang korps
2.1 Mendeskripsikan tempat sesuai dengan denah/gambar dengan kalimat yang runtut
3.3 Menemukan makna dan informasi secara tepat dalam kamus/ensiklopedia melalui membaca memindai
4.2 Menulis petunjuk untuk melakukan sesuatu/ penjelasan tentang cara membuat sesuatu
Indikator :
1.2.4 Mampu menjelaskan kembali secara lisan setelah diperdengarkan penjelasan mengenai lambang korps
1.2.5 Mampu membuat kliping gambar korps
2.1.1 Mampu mendiskripsikan tempat sesuai dengan denah/gambar dengan kalimat yang runtut
2.1.2 Mampu membuat denah tempat tinggalnya menuju ke sekolah
2.1.3 Mampu membuat peribahasa dengan kata-kata yang sudah ditentukan
2.1.4 Mampu mengartikan suatu peribahasa
3.3.1 Mampu menemukan kata-kata sukar dalam bacaan
3.3.2 Mampu menemukan makna dan informasi secara tepat dalam kamus kata-kata sukar yang ditemukan dalam bacaan
3.3.3 Mampu membuat kalimat dengan kata-kata sukar yang sudah diketahui artinya dalam kamus
4.2.1 Mampu menuliskan petunjuk tentang cara membuat sesuatu
4.2.3 Mampu menuliskan petunjuk cara membuat sesuatu dengan menggunakan tanda baca koma (,) dengan benar
Lokasi Waktu : 16 x 35 menit (8 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat menjelaskan kembali secara lisan setelah diperdengarkan penjelasan, mengenai lambang/ korps
b. Siswa dapat membuat kliping gambar korps
c. Siswa dapat mendiskripsikan tempat sesuai dengan denah/gambar dengan kalimat yang runtut
d. Siswa dapat membuat denah tempat tinggalnya menuju ke sekolah
e. Siswa dapat membuat peribahasa dengan kata-kata yang sudah ditentukan
f. Siswa dapat mengartikan suatu peribahasa
g. Siswa dapat menemukan kata-kata sukar dalam bacaan
h. Siswa dapat menemukan makna dan informasi secara tepat dalam kamus kata-kata sukar yang ditemukan dalam bacaan
i. Siswa dapat membuat kalimat dengan kata-kata yang sudah diketahui artinya dalam kamus
j. Siswa dapat menuliskan petunjuk tentang cara membuat sesuatu
k. Siswa dapat menuliskan cara membuat suatu mainan berdasarkan gambar
l. Siswa dapat menuliskan petunjuk cara membuat sesuatu dengan menggunakan tanda baca koma (,) dengan benar

2. Materi Pembelajaran
a. Lambang korps
b. Denah
c. Peribahasa
d. Teks bacaan
e. Petunjuk pemakaian/cara membuat

3. Metode Pembelajaran
a. Permodelan
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
d. Inkuiri
e. Diskusi

d. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan I
1. Kegiatan awal
(1) Siswa dan guru bertanya jawab tentang lambang korps
(2) Siswa berkelompok
2. Kegiatan inti
(1) Siswa menutup buku pelajaran Bahasa Indonesia
(2) Siswa diperdengarkan/dibacakan arti symbol korps
(3) Siswa mendengarkan sambil mencatat arti symbol korp yang dibacakan
(4) Arti symbol korps diperdengarkan 2 kali
(5) Setiap kelompok menujuk salah satu anggotanya maju kedepan untuk menceritakan kembali secara lisan penjelasan tentang lambang korps tersebut
(6) Setiap kelompok tampil secara bergantian
(7) Arti symbol yang lain pelaksanaannya sama seperti nomor 1 sampai dengan nomor 6
3. Kegiatan akhir
(1) Siswa dan guru melakukan refleksi
(2) Siswa diberi tugas membuat kliping lambang korps (gambar Lambang korps)

Pertemuan II
a. Kegiatan awal
(1) Siswa mengumpulkan kliping (guru menilai sebagai nilai tugas)
(2) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai denah
(3) Siswa berkelompok dengan teman sebangku
b. Kegiatan inti
(1) Siswa membuka buku bahasa Indonesia
(2) Siswa dengan teman sebangku berdiskusi dan mengerjakan sesuai petunjuk dalam buku
(3) Siswa menceritakan secara bergantian dengan teman sebangku diluar kelas mengenai denah yang sudah mereka kerjakan
(4) Siswa dan guru membuat kesimpulan
c. Kegiatan akhir
(1) Siswa dan guru melakukan refleksi
(2) Siswa diberi tugas membuat denah tempat tinggalnya sampai menuju ke sekolah disertai keterangannya
(3) Siswa diberi tugas membawa buku peribahasa untuk pelajaran yang akan datang

Pertemuan III
a. Kegiatan awal
(1) Siswa mengumpulkan tugas rumah (guru menilai sebagai nilai tugas rumah)
(2) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai peribahasa
b. Kegiatan inti
(1) Siswa membuat peribahasa dengan kata-kata yang sudah ditentukan guru
(2) Hasil pekerjaan ditukarkan dengan teman sebangku
(3) Siswa dan guru menyimpulkan hasil jawabannya
(4) Hasil pekerjaan dikembalikan kepada siswa semula
(5) Siswa mencari arti peribahasa tersebut di buku peribahasa yang sudah disiapkan anak/ siswa dari rumah
(6) Siswa membuka buku bahasa Indonesia
(7) Siswa mengerjakan tanpa membuka buku peribahasa
(8) Siswa dan guru menyimpulkan hasil jawabannya
c. Kegiatan akhir
(1) Siswa dan guru melakukan refleksi
(2) Siswa diberi tugas membawa kamus bahasa Indonesia untuk pelajaran yang akan datang serta selembar koran

Pertemuan IV
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai jenis membaca
b. Kegiatan inti
(1) Siswa membuka buku bahasa Indonesia
(2) Siswa membaca memindai teks dalam buku bahasa Indonesia
(3) Siswa menentukan dan mencatat kata-kata sukar dalam bacaan
(4) Siswa menentukan makna kata-kata sukar tersebut dengan menggunakan kamus dengan bimbingan guru
(5) Siswa membaca kembali bacaan yang ada dalam koran yang sudah dipersiapkan dari rumah
(6) Siswa mencatat kata-kata sukar kemudian mencari maknanya dalam kamus dengan bimbingan guru
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi.

Pertemuan V
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cara mencari arti kata dalam kamus
b. Kegiatan inti
(1) Siswa dan guru sama-sama menentukan 10 kata-kata sukar yang telah diartikan pada pelajaran yang lalu
(2) Siswa membuat kalimat dari kata-kata tersebut
(3) Hasil pekerjaan siswa dibaca secara bergantian dari nomor 1 sampai dengan nomor 10
(4) Siswa dan guru memberi tanggapan dan penilaian benar tidaknya kalimat yang dibuat siswa
(5) Siswa memberi penilaian hasil pekerjaanya sendiri berdasarkan tanggapan dan penilaian dari guru dan siswa (teman)
c. Kegiatan akhir
(1) Siswa dan guru melakukan refleksi
(2) Siswa diberi tugas membawa bahan untuk pelajaran yang akan datang:
a) Koran, majalah, tabloid, gambar, atau denah rumah yang hendak dibuat kliping
b) Kertas HVS/kertas gambar sebanyak 5 lembar
c) Kertas karton/ kertas lainnya yang tebal ukuran 20 cm x 21 cm
d) Lem
e) Benang wol

Alat-alat
a) Gunting
b) Pelubang kertas/perperator
c) Penggaris
d) Pensil warna, spidol, atau cat air
e) Silet/ cutter

Pertemuan VI
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai kliping
b. Kegiatan inti
(1) Siswa membuka buku bahasa Indonesia
(2) Siswa membuat kliping sesuai dengan penjelasan petunjuk
(3) Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada guru
(4) Siswa dan guru menyimpulkan bagaimana membuat kliping
c. Kegiatan akhir
(1) Siswa dan guru melakukan refleksi
(2) Siswa diberi tugas membuat mainan dari kertas

Pertemuan VII
a. Kegiatan awal
(1) Siswa menunjukkan tugas rumahnya kepada guru
(2) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cara membuat mainan
(3) Secara spontan beberapa anak disuruh maju untuk memperagakan cara membuat mainannya disertai penjelasannya, diusahakan yang maju membuat mainan tidak sama
b. Kegiatan inti
(1) Siswa membuka buku bahasa Indonesia
(2) Siswa mengerjakan latihan tersebut sesuai dengan petunjuk
(3) Hasil ditukar dengan teman sebangku
(4) Siswa dan guru membuat kesimpulan dan penilaian
(5) Hasil pekerjaan dikembalikan seperti semula
(6) Siswa dan guru memberi hadiah tepuk tangan kepada siswa yang mendapat nilai tertinggi
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Kegiatan VIII
Ulangan harian

4. Sumber belajar
a) Buku bahasa Indonesia
b) Koran, tabloid, majalah
c) Kamus bahasa Indonesia
d) Buku peribahasa Indonesia

5. Penilaian
a. Teknik : Tes tertulis, portofolio, tes unjuk kerja
b. Bentuk instrumen : pertanyaan tes uraian, dokumen kerja, tugas rumah, uji petik kerja prosedur, menjodohkan
c. Soal / Instrumen :
1. Mendengarkan
Jodohkan lambang korps polri berikut dengan arti yang tersedia!
1. Perisai
2. Tiang dan nyala obor
3. Penerangan
4. Pancangan obor berjumlah 17 dengan 8 sudut pancar berlapis 4 tiang dan 5 penyangga
5. Tangkai padai dan kapas
6. Tiga bintang (tri brata)
7. Warna hitam dan kuning
8. Warna kuning keemasan
9. Warna hitam a. Cita-cata bangsa menuju kehidupan adil dan makmur
b. Penyadaran hati nurani masyarakat agar selalu sadar akan perlunya kondisi Kamtibnas yang mantap
c. Pelingung rakyat dan negara
d. Pedoman hidup POLRI
e. Harapan agar POLRI selalu tidak goyah dalam situasi dan kondisi apapun
f. Penegasan tugas POLRI, disamping memberi sesuluh dan perangan
g. Kebesaran jiwa dan keagungan hati nurani segenap prajurit POLRI
h. 17 Agustus 1945, hari kemerdekaan

2. Berbicara
Kerjakan soal-soal di bawah ini!
1. Perhatikan denah berikut ini!
Keterangan
A. Rumah Anas
B. Rumah Beti
C. Kompleks perkantoran
D. Kompleks pertokoan
E. SD Negeri II
F. TK Taman Persada
G. GMP Bina Putra
H. Kantor Pos
I. Bank

Anas dan Beti akan berkunjung ke TK Taman Persada, SD Negeri II, dan SMP Bina Putra. Mereka berangkat bersama-sama
a. Deskripsikan/ jelaskan jalan apa saja yang harus mereka lewati?
b. Kantor atau gedung apa saja yang mereka lewati?
2. Gunakan kata-kata berikut untuk membuat peribahasa!
a. Hemat e. Gajah i. Bukit
b. Gula f. Beriak j. Berdiri
c. Udang g. Susu k. Musuh
d. Akar h. Gading l. Rakit

3. Artikan peribahasa berikut:
a. Bagai bulan kesiangan
b. Nasi sudah menjadi bubur
c. Besar pasak daripada tiang
d. Berat sama dipikul ringan sama dijinjing
e. Sepandai-pandainya tupai melompat, sekali waktu jatuh juga
f. Kemana angin bertiup, ke situ condongnya
g. Tiada asap tanpa api
h. Asam di gunung, garam di laut, dalam bilangan bertemu juga
i. Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang juga
j. Sedikit bicara banyak kerja
3. Membaca
Kerjakan soal-soal berikut!
1. Bacalah bacaan berikut ini!
Hobi Unik
Saya mempunyai hobi yang cukup unik. Bu guru mengatakan bahwa saya murid kreatif. Saya suka mencoba membuat beragam macam benda. Benda yang saya buat merupakan benda yang sederhana. Misalnya, mobil-mobilan, dan layang-layang. Bahan-bahan yang digunakan pun sederhana dan tidak mahal harganya. Ketekunan, ketelitian, dan kemauan, sangat diperlukan dalam menekuni hobi ini.
Saya juga mempunyai hobi lain, yaitu bermain alat musik. Saya suka membuat sendiri alat musik tersebut. Tentunya dengan bahan dan model yang lebih sederhana. Namun, hasilnya tidak kalah dengan yang dijual di toko. Saya gemar gemar bermain alat musik sekaligus gemar pula membuat sendiri alat musik tersebut.
Carilah arti kata yang dicetak tebal dalam kamus!
2. Buatlah masing-masing satu kalimat dengan menggunakan kata-kata yang dicetak tebal dalam bacaan "hobi unik"!

4. Menulis
Kerjakan soal-soal berikut ini!
1. Tulislah petunjuk cara membuat kliping
2. Tulislah cara membuat mainan orang-orang di bawah ini!

Pedoman Penskoran/Nilai

I. Mendengarkan
1 soal skor 1, jadi jumlah skor 9.
Nilai akhir mendengarkan =
II. Berbicara
No/Huruf Deskreptor Skor
a Jawaban lengkap
Jawaban kurang lengkap
Jawaban kurang dua
Tidak menjawab 3
2
1
0
b Jawaban lengkap
Jawaban kurang 1
Jawaban kurang dua
Tidak menjawab 3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 6

No/Huruf Deskreptor Skor
a Tepat
Kurang tepat
Tidak dijawab 2
1
0
Jumlah skor maksimum 2
Skor maksimum no: 3 = 10 x 2 = 20


Jumlah skor makismum, aspek bicara
No.1 = 2
2 = 5
3 = 20
JML = 35
Nilai akhir mendengarkan =
III. Membaca
1. 1 soal skor 1
Jumlah skor maksimum 1 x 10 = 10
2.
No Deskriptor Skor
1 Tepat
Kurang tepat
Tidak dijawab 2
1
0
Jumlah skor maksimum 2
Skor maksimum no.2 = 2 x 10 = 20
Nilai akhir membaca =
IV. Menulis
1.
No Deskriptor Skor
1 Sesuai dan runtut
Sesuai kurang runtut
Mendekati sesuai
Ada usaha
Tidak dikerjakan 4
3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 4




2.
No Aspek Deskriptor Skor
1 Isi Sesuai
Kurang sesuai
Ada usaha
Tidak dikerjakan 3
2
1
0
2 Ejaan (tanda baca koma) Sesuai
Kurang sesuai
Tidak digunakan 2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum aspek menulis =
No.1 = 4
No.2 = 5 +
Jml = 9
Nilai akhir asek menulis =

Kunci Jawaban
I. Mendengarkan
1. e 4. h 7. i
2. f 5. a 8. g
3. b 6. d 9. e
II. Berbicara
1.
a. Jalan yang harus dilewati Anas dan Beti yang akan berkunjung ke TK Taman Persada, SD Negeri II, dan SMP Bina Putra adalah Jalan Kedelai, Jalan Kuda Zebra, dan Jalan Kuda Pacu
b. Kantor dan Gedung yang mereka lewati adalah Kompleks Pertokoan, Kantor Pos, dan Bank
2.
a. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya
b. Ada gula ada semut
c. Ada udang dibalik batu
d. Tiada rotan akarpun jadi
e. Gajah mati meninggalkan gading
f. Air beriak tanda tak dalam
g. Air susu dibalas dengan air tuba
h. Tiada gading yang tak retak
i. Bukit telah tinggi, kerah telah dalam
j. Berdiri sama tinggi, duduk sama rendah
k. Musuh dalam selimut
l. Berakit-rakit ke hulu berenang ke tepian
Cat : kunci jawaban kebijaksanaan guru
3.
a. Muka yang pucat dan lesu karena kurang tidur
b. Suatu hal yang sudah terlanjur terjadi tidak dapat diperbaiki lagi
c. Lebih besar pengeluaran daripada pendapatan
d. Suatu pekerjaan akan lebih baik bila dilakukan secara bergotong royong
e. Bagaimanapun pandai seseorang suatu saat berlaku salah juga
f. Orang yang tidak memiliki pendirian yang tetap
g. Ada peristiwa pasti ada yang menyebabkan
h. Walaupun saling berjauhan, apabila sudah jodoh pasti akan bertemu juga
i. Kebaikan seseorang akan selalu dikenang selama-lamanya
j. Tidak perlu banyak omong kosong, buktikan dalam perbuatan

III. Membaca
2. Hobi : Kegemaran, kesenangan yang diutamakan
Unik : Tidak ada yang menyamai, hanya satu-satunya, tidak ada bandingnya
Kreatif : Selalu dapat memunculkan ide-ide baru
Beragam : Bermacam-macam, banyak macamnya
Sederhana : Sedang, bersahaja, tidak banyak seluk beluknya
Ketekunan : Melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh
Ketelitian : Tidak ceroboh
Kemauan : Keinginan
Musik : bunyi-bunyian
Model : contoh
3. Kunci jawaban kebijaksanaan guru

IV. Menulis
1.
a. Kumpulkan bahan-bahan yang hendak dibuat kliping
b. Tempelkan bahan-bahan kliping itu pada kertas HVS
c. Beri hiasan ditepi/ pokok kertas yang telah ditempeli bahan kliping
d. Setelah semua bahan kliping tertempel di HVS, jadikan satu. Lubangi sisi kiri kertas HVS dengan pelubang kertas
e. Buatlah judul pada kertas karton dan hiasi dengan gambar yang sesuai. Lubangi pada sisi atas.
f. Susunlah lembar-lembar kliping beserta judulnya menggunakan benang. Maka jadilah kliping itu.
2.
a. Lipat karton menjadi empat bagian
b. Buat pola gambar pada lipatan terdepan
c. Gunting pola
d. Bagian pinggir lipatan jangan digunting
e. Buka lipatan
f. Hiasi setiap orang-orangan dengan spidol

Mengetahui
Kepala Sekolah


____________________
NIP Guru Kelas



____________________
NIP








































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 4

Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : IV/ I
Tema : Lambang Daerah
Standar Kompetensi :
1. Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dari symbol / Lambang korps
2. Memahami teks agak panjang (150-200 kata) petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus/ensiklopedi
3. Mendiskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat.
Kompetensi Dasar :
1.2 Menjelaskan kembali secara lisan/tertulis penjelasan tentang symbol, daerah/lambang korps
2.2.1 Menjelaskan petunjuk penggunaan suatu alat dengan bahasa yang baik dan benar
3.3 Menemukan makna dan informasi secara tepat dalam kamus/ensiklopedi melalui membaca memindai.
4.3 Melengkapi bagian cerita yang hilang (rumpang) dengan menggunakan kata atau kalimat yang tepat sehingga menjadi cerita yang padu
Indikator :
1.2.6 Mampu menjelaskan kembali secara tertulis symbol daerah tersebut
1.2.7 Mampu membuat kliping gambar symbol korps
2.1.1 Mampu mempraktekkan petunjuk penggunaan alat
2.2.2 Mampu menjelaskan secara lisan petunjuk penggunaan alat dengan bahasa yang baik dan benar
3.3.4 Mampu menemukan makna dan informasi secara tepat dalam ensiklopedo melalui membaca memindai
3.3.5 Mampu membuat kalimat dan kata-kata yang telah ditemukan makna dan informasi dan ensiklopedi
3.4.2 Mampu membuat kalimat dengan menggunakan kata tanya apa, siapa, dan mana
4.3.1 Mampu melengkapi bagian cerita yang hilang (rumpang) dengan menggunakan kata atau kalimat yang tepat sehingga menjadi cerita yang padu.
Lokasi Waktu : 19 x 35 menit (8 x pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat menjelaskan kembali secara tertulis tentang symbol daerah sendiri.
b. Siswa dapat membuat kliping gambar symbols daerah
c. Siswa dapat menemukan makna dan informasi secara tepat dalam ensiklopedi melalui membaca memadai
d. Siswa dapat membuat kalimat dari kata-kata yang telah ditemukan makna dan informasi dalam ensiklopedi
e. Siswa dapat mempraktekkan petunjuk penggunaan alat
f. Siswa dapat menjelaskan secara lisan petunjuk penggunaan alat dengan bahasa yang baik dan benar
g. Siswa dapat melengkapi bagian cerita yang hilang (rumpang) dengan menggunakan kata atau kelimat yang tepat sehingga menjadi cerita yang padu
h. Siswa dapat membuat kalimat dengan menggunakan kata tanya apa, siapa dan mana

2. Materi Pembelajaran
a. Lambang daerah
b. Makna kata
c. Petunjuk penggunaan
d. Cerita

3. Metode Pembelajaran
a. Permodelan
b. Tanya jawab
c. Inkuiri
d. Demonstrasi

4. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan I
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai lambang korps dan symbol daerah
b. Kegiatan inti
1) Siswa membuka buku bahasa Indonesia
2) Siswa mengamati gambar lambang suatu daerah (2 menit)
3) Siswa menutup bukunya kembali
4) Siswa dibacakan penjelasan symbol daerah tersebut
5) Siswa mendengarkan dan mencatat
6) Siswa menjelaskan kembali secara tertulis
7) Pekerjaan siswa ditukarkan dengan teman sebangku
8) Siswa membuka buku Bahasa Indonesia untuk mencocokkan dengan bimbingan guru
9) Siswa yang mengerjakan paling sesuai yang terbaik diberi hadiah dari guru dan siswa lain berupa tepuk tangan

c. Kegiatan akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi
2) Siswa diberi tugas rumah secara berkelompok membuat kliping gambar symbol daerah

Pertemuan II
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang symbol daerah sendiri
b. Kegiatan inti
1) Siswa diperlihatkan lambang daerahnya sendiri (untuk mengingatkan kembali tugas yang pernah dikerjakan)
2) Siswa diperdengarkan/dibacakan penjelasan symbol daerah tersebut
3) Siswa mendengar dan mencatat
4) Siswa menjelaskan kembali secara tertulis symbol daerah tersebut
5) Hasil pekerjaan siswa ditukarkan dengan teman sebangku
6) Siswa dan guru membuat kesimpulan dan penilaian
7) Siswa yang mendapat nilai tertinggi, hasilnya dipajang di papan pajangan
8) Siswa dan guru membahas tugas kliping dan membuat kesimpulan dan penilaian
c. Kegiatan akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi
2) Siswa secara berkelompok mendapat tugas membawa buku ensiklopedi

Pertemuan III
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru melakukan tanya jawab mengenai ensiklopedi
b. Kegiatan inti
1) Siswa membuka buku Bahasa Indonesia
2) Siswa diberi kesempatan membaca
3) Siswa dibimbing guru dalam memahami wacana tersebut
4) Siswa mencari makna kata pada ensiklopedi dengan bimbingang guru
5) Siswa diberi tugas mencari makna 10 kata pada ensiklopedi tanpa bantuan guru
6) Siswa dan guru mengambil kesimpulan
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru mengambil kesimpulan

Pertemuan IV
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai 10 kata yang sudah dicari maknanya dalam ensiklopedi
b. Kegiatan inti
1) Siswa membuat kalimat dengan kata-kata yang sudah dicari/ ditemukan makanya dalam ensiklopedi pelajaran yang lalu
2) Hasil pekerjaan siswa ditukar dengan teman sebangku
3) Siswa dan guru mengambil kesimpulan dan penilaian
4) Siswa yang terbaik nilainya hasilnya dipajang di papan pajangan
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi.

Pertemuan V
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai alat-alat musik dan alat-alat elektronika
b. Kegiatan inti
1) Siswa dibagikan alat musik (misalnya seruling)
2) Siswa disajikan penggunaan alat tersebut
3) Siswa mempraktekkan menggunakan alat tersebut sesuai petunjuk penggunaan
4) Siswa menjelaskan petunjuk penggunaan alat yang sudah ia praktekkan sendiri secara lisan dan bergilir maju ke depan kelas
5) Siswa dan guru membuat kesimpulan bersama
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi.

Pertemuan VI
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang cerita
b. Kegiatan inti
1. Siswa membuka buku bahasa Indonesia Erlangga
2. Siswa mengerjakan cerita rumpang menjadi cerita yang padu dengan bimbingan guru
3. Hasil pekerjaannya dibacakan secara bergiliran
4. Siswa dan guru memberi tanggapan cerita yang dibacakan
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan VII
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cerita rumpang
b. Kegiatan inti
1. Siswa membuka buku Bahasa Indonesia
2. Siswa dalam memahami materi dibimbing oleh guru
3. Siswa mengerjakan kegiatan A dan B pada buku Bahasa Indonesia
4. Hasil pekerjaan siswa ditukarkan dengan teman sebangku
5. Siswa dan guru menyimpulkan serta memberi penilaian
6. Hasil pekerjaan siswa dikembalikan semula
7. Siswa yang mendapat nilai tinggi diberi penghargaan tepuk tangan
c. Kegiatan akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan VIII
Ulangan harian

5. Sumber belajar
a. Buku bahasa Indonesia
b. Alat musik
c. Alat elektronika
d. Kamus/ensiklopedi
e. Buku pendamping yang relefan

6. Penilaian
a. Teknik : Tes tertulis, tes unjuk kerja, tes lisan
b. Bentuk instrumen : tes uraian, tes lisan, tes uji petik kerja produk, uji petik kerja prosedur dan simulasi.
c. Soal / Instrumen :

I. Mendengarkan
Setelah mendengarkan penjelasan tentang symbol daerahmu jelaskan kembali secara tertulis tentang symbol daerahmu tersebut.
II. Membaca
Kerjakan soal-soal dibawah ini!
Contra Bas. Alat musik terbesar dari keluara alat musik gesek. Pemain mengendalikannya sambil tegak berdiri memegang "leher" instrumennya. Biasanya terdapat empat dawai yang masing-masing mengikuti nada g-d-a-c. suara contra bas memperdengarkan nada 1 oktaf lebih rendah selalu dari pada natasi musiknya. Alat musik ini pada umumnya berperan sebagai pemain nada-nada fondamen (bas). Akan tetapi, dalam karya-karya musik dari abad terakhir ini sering juga dimunculkan dalam peranan solo dengan permainan yang cukup virtuos.
Sumber: ensiklopedi Indonesia
PT.Ictiar Baru-Van-Hove, Jakarta

1. Artikan istilah berikut yang diambil dari kutipan ensiklopedi di depan!
a. Dawai
b. Nada
c. Notasi
2. Buatlah kalimat dengan kata pada nomor 1 di atas yang sudah kamu temukan maknanya dalam ensiklopedi!

III. Berbicara
Isilah titik di bawah ini dengan benar!
1. Ibu menyuruh adik minum obat batuk. Sebelumnya ibu membaca petunjuk pemakaiannya.
a. Kocoklah dahulu sebelum….
b. Minumlah 3x1….1 senduk the
c. Minumlah sesudah….
2. Saya akan menghidupkan kipas angin. Perhatikan petunjuk berikut!
a. Memasukkan stoker kedalam….
b. Menekan…..1/2/3 sesuai keinginan
3. Kamu mainkan pianika. Cara memainkannya sebagai berikut
a. Lubang tiupan diletakkan diantara…
b. Tangan…memegang pianika
c. Tangan….memencet tuts berdasarkan nada yang diinginkan
d. Mulut…lubang tiupan
4. Cara memainkan recorder sebagai berikut
a. Letakan sumber tiupan di antara…
b. Letakan…tetap pada lubang tekan dan tidak boleh berpindah-pindah. Usahakan jarimu rileks tidak tegang
c. ….dengan lembut




IV. Menulis
Kerjakan soal-soal berikut!
1. Lengkapilah cerita rumpang berikut!
Pengalamanku Memasak
Hari sabtu ada pelajaran life skill, yaitu memasak. Saat itu aku terlambat karena kau ikut bela diri. Sesampai di sekolah aku langsung ganti ragam dan mengambil peralatan memasak.
Aku langsung masuk kelompok dan memasak. Aku memasak sosis dan temanku menggoreng sambal. Tiba-tiba…der…kompor temanku meledak. Guru kami segera memadamkan api. Setelah api reda kami melanjutkan masak nasi goring. Tapi sambal dan kecapnya terlalu banyak. Jadilan nasi goring yang pedas dan tidak enak. Jadilah nasi goring pun terasa asin karena terlalu banyak garam.
a. Dawai :
b. Nada :
c. Notasi :
2. Kebijaksanaan guru
Berbicara
1.
a. diminum
b. sekali minum
c. makan
2. a. stopkontak
b. tombol
3. a. bibir
b. kiri
c. kanan
d. meniup
4. a. binir
b. ujung jari
c. tiuplah
Menulis
1. Kunci jawaban diserahkan guru (kebijaksanaan guru)
2. Kunci jawaban diserahkan guru (kebijaksanaan guru)
Contoh:
Apa yang dibawa Ani kemarin?
Siapa yang menyapu halaman?
Buku mana yang siti inginkan?




Mengetahui
Kepala Sekolah


____________________
NIP …………………………..
Guru Kelas


____________________
NIP


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 5

Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester : IV / I
Tema : Perpustakaan
Standar Kompetensi :
1. Mendengarkan penjelasan tentang petunjuk denah dan simbol daerah / Lambang korps
2. Mendiskripsikan secara lisan tempat sesuai denah dan petunjuk penggunaan suatu alat
3. Memahami teks panjang (150-200 kata), petunjuk pemakaian, makna kata dalam kamus / ensiklopedi
4. Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk percakapan, petunjuk, cerita, dan surat
Kompetensi Dasar :
1.2. Menjelaskan kembali secara lisan / tulis penjelasan tentang simbol daerah / lambang korps
2.1. Mendiskripsikan tempat sesuai dengan denah / gambar dengan kalimat yang runtut
3.1. Menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan cara membaca sekilas
1.1.0.0.0. Menulis surat untuk teman sebaya tentang pengalaman/ cita-cita dengan bahasa yang baik dan benar dan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)



Indikator :
1.2.8. Mampu menjelaskan kembali secara tertulis setelah diperdengarkan penjelasan mengenai lambang korps
2.1.1 Mampu mendiskripsikan suatu tempat sesuai dengan denah atau gambar dengan kalimat yang runtut
2.1.5. Mampu mendiskripsikan suatu temapat di lingkungannya
3.1.1. Mampu membaca sekilas teks panjang (150-200 kata)
3.1.2. Mampu menemukan pikiran pokok teks agak panjang (150-200 kata) dengan membaca secara sekilas
4.1.1. Mampu mendiskripsikan bagian-nagian surat
4.1.2. Mampu mendiskripsikan tanda baca dalam sebuah surat
4.1.3. Mampu membetulkan penggunaan huruf besar dan tanda baca dalam kutipan surat
4.1.4. Mampu membuat surat tentang pengalaman / cita-cita dengan bahasa yang baik dan benar dan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
4.1.5. Mampu menggabungkan dua kalimat menjadi satu kalimat dengan kata gabung "dan"
4.1.6. Mampu memisahkan satu kalimat menjadi dua kalimat dengan menghilangkan tanda hubung "dan"
Alokasi Waktu : 19 x 35 menit ( 8 kali pertemuan )


I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat membaca sekilas teks agak panjang (150-200 kata)
2. Siswa dapat menemukan pikiran pokok teks agak panjang ( 150-200 kata ) dengan cara membaca sekilas
3. Siswa dapat menjelaskan kembali secara tertulis setelah diperdengarkan penjelasan mengenai lambang korps
4. Siswa dapat mmendiskripsikan tempat sesuai dengan denah / gambar dengan kalimat yang runtut
5. Siswa dapat mendiskripsikan suatu tempat di lingkungannya
6. Siswa dapat mendiskripsikan bagian-bagian surat
7. Siswa dapat mendiskripsikan tanda baca dalam sebuah surat
8. Siswa dapat membetulkan penggunaan huruf besar dan tanda baca dalam kutipan surat
9. Siswa dapat membuat surat yang berisi tentang pengalaman / cita-cita dengan bahasa yang baik dan benar dan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
10. Siswa dapat menggabungkan dua kalimat menjadi satu kalimat dengan kata gabung "dan"
11. Siswa dapat memisahkan satu kalimat dengan menjadi dua kalimat dengan menghilangkan kata gabung "dan"
II. Materi Pembelajaran
a. Teks
b. Lambang korps
c. Denah
d. Surat
III. Metode Pembelajaran
a. Permodelan
b. Tanya jawab
c. Diskusi
d. Inkuiri
IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I

a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang membaca sekilas
b. Kegiatan Inti
1. Siswa dapat membuka buku Bahasa Indonesia
2. Siswa memahami petunjuknya dengan bimbingan guru
3. Siswa membaca wacana / teks dalam buku tersebut
4. Siswa menentukan pokok pikiran dalam wacana tersebut
5. Hasil pekerjaan ditukarkan dengan teman sebangku
6. Siswa dan guru bersama-sama mengambil kesimpulan dan penilaian
7. Setelah hasil pekerjaan dinilai, dikembalikan kepada siswa semula
8. Siswa dan guru memberi hadiah berupa tepuk tangan kepada siswa yang mendapat nilai tertinggi
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Tugas rumah siswa :
a. Carilah bacaan di Koran, majalah, atau buku
b. Fotokopi dan tempelkan pada selembaran kertas
c. Bacalah bacaan sekilas
d. Tandailah pikiran pokok tiap-tiap paragraf dalam bacaan
e. Kumpulkan pekerjaan pada gurumu

Pertemuan II

a. Kegiatan Awal
1. Siswa mengumpulkan tugas rumah sebagi nilai tugas rumah
2. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai lambang korps
b. Kegiatan Inti
1. Siswa diperdengarkan penjelasan tentang lambang korps dari buku Bahasa Indonesia
2. Siswa mendengarkan dan mencatat serta menjelaskan kembali secara tertulis arti lambang korps yang diperdengarkan
3. Hasil pekerjaan siswa ditukarkan dengan teman sebangku
4. Siswa membuka buku Bahasa Indonesia untuk mencocokkan
5. Siswa dan guru menentukan penilaian
6. Siswa membentuk kelompok
7. Siswa diperdengarkan suatu lambang yang lain
8. Siswa secara kelompok mendengarkan, mencatat, dan menjelaskan kembali arti lambang korps yang diperdengarkan dan hasilnya dikumpulkan pada guru
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan III
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang denah
b. Kegiatan Inti
1. Siswa membuka buku Bahasa Indonesia tentang denah letak suatu tempat
2. Siswa mengamati, memilih 2 tempat yang menarik, dan menceritakan tentang lokasi yang akan dituju di depan kelas
3. Siswa dan guru memberi tanggapan dan kesimpulan
4. Siswa berkelompok
5. Setiap kelompok menjelaskan perjalanan dari kelas IV ke suatu ruangan di kelas tersebut sambil melakukan peragaan
6. Kelompok yang lain memberikan tanggapan
7. Kegiatan no. 5 dan no. 6 dilakukan kelompok secara bergantian dan ruangan yang berbeda
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa diberi tugas membawa contoh surat pada pertemuan yang akan datang.

Pertemuan IV

a. Kegiatan Awal
1. Siswa memperlihatkan contoh surat
2. Siswa dan guru bertanya jawab mengenai macam-macam surat / jenis surat beserta ciri-cirinya.
3. Siswa dan guru mengambil kesimpulan
b. Kegiatan Inti
1. Siswa membuka buku Bahasa Indonesia
2. Siswa secara berkelompok membaca surat kabar kemudian menentukan bagi-bagian surat dan tanda baca yang digunakan.
3. Siswa dan guru mengambil kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan V

a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai surat
b. Kegiatan Inti
1. Siswa disajikan sepucuk surat yang belum benar penggunaan huruf besar dan tanda bacanya.
2. Siswa membetulkan surat tersebut dengan menggunakan huruf besar dan tanda baca yang benar.
3. Hasil pekerjaan dengan teman sebangku
4. Siswa dan guru mengambil kesimpulan dan menentukan penilaian
5. Hasil pekerjaan siswa dikembalikan pada siswa semula
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan VI

a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai surat
b. Kegiatan Inti
1. Siswa membuat surat yang berisi tentang pengalamannya / cita-cita sendiri dengan memperhatikan kelengkapan bagian-bagian surat, susunan kalimat, dan penggunaan huruf besar serta tanda baca yang benar.
2. Hasil kerja siswa ditukar dengan teman sebangku untuk dikoreksi mengenai kelengkapan bagian-bagian surat, susunan kalimat, dan penggunaan huruf besar serta tanda baca yang benar.
3. Siswa memperbaiki suratnya dikoreksi temanya atas bimbingan guru.
c. Kegiatan Akhir
1. Siswa dan guru melakukan refleksi
2. Siswa diberi tugas mengirim surat kepada temannya melalui pos. Jika mendapat balasan, surat balasan tersebut diserahkan pada guru.

Pertemuan VII

a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai surat
b. Kegiatan Inti
1. Siswa disajikan 2 kalimat untuk dijadikan satu kalimat dan sebaliknya.
2. Soal demi soal dikerjakan siswa dengan bimbingan guru.
3. Siswa membuka buku bahasa Indonesia.
4. Siswa mengerjakan latihan yang ada didalamnya.
5. Hasil pekerjaan siswa ditukarkan dengan teman sebangku
6. Siswa dan guru mengambil kesimpulan dan menentukan peralatan.
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan VIII

Ulangan Harian

V. Sumber Belajar
a. Buku Bahas Indonesia Erlangga Kls. IV.
b. Koran, majalah, buku perpustakaan.
c. Lingkungan
d. Lambang kOrps
e. Surat
f. Buku pendamping yang relevan

VI. Penilaian
a. Teknik : tes tertulis, penugasan, tes lisan, tes unjuk kerja
b. Bentuk Instrumen : tes uraian, tugas rumah, daftar pertanyaan, simulasi
c. Contoh Instrumen :

1. Membaca
Bacalah secar sekilas bacaan di bawah ini, kemudian, catatlah pikiran pokok tiap-tiap paragraph yang ada dalam bacaan !

Perpustakan Sekolah
"Perpustakaan di sekolah kami sempit dan terasa sesak karena satu ruangan dengan koperasi dan PMR". Pernyataan itu dikemukan salah seorang peserta Diklat pengelola perpustakaan sekolah tingkat nasional. Diklat Pengelola Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional itu dilaksanakan di Cipayung, Bogor, beberapa waktu lalu.
Diklat Pengelola Perpustakaan Sekolah Tingkat Nasional diikuti 120 peserta dari 10 provinsi. Sebagian besar peserta mengungkapkan masalah yang hamper sama saat sesi Tanya jawab. Masalah tersebut mengenai kondisi, koleksi, dan pengelola perpustakaan sekolah.
Kondisi perpustakaan sekolah pada umumnya belum memadai, baik ukuran luasnya maupun fasilitasnya. Banyak perpustakaan sekolah yang luasnya sama dengan ruang belajar, tidak memiliki kursi dan meja baca yang layak. Bahkan ada yang disaturuangkan dengan organisasi lain.
Begitu pula koleksi perpustakaan, banyak buku yang tidak bias dimanfaatkan. Hal ini dikarenakan buku yang ada terutama buku paket yang dikirim dari pusat (Depdiknas) ada yang sesuai denan kurikulum yang berlaku saat ini. Akhirnya, sebagian guru atau pengajar memilih buku-buku dari penerbit (swasta) sebagaiacuan dalam proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar). Hal ini bagi peserta didik yang orang tuanya mampu tidak menjadi masalah. Bagaimana dengan mereka yang dari golongan tidak mampu?
Sudah sedemikian parahkah perpustakaan dinegara kita ? Jawab nya tentu relative mungkin ya, mungkin tidak. Di kota besar, di sekolah seperti Al Azhar, SMA Lab School, SMAN 70 Jakarta, SMA Regina Pacis Bogor, atau mungkin sekolah lainnya mungkin tidak ada masalah dengan perpustakaan sekolah memang menomorduakan. Dalam pembagian tugas atau struktur organisasi, kedudukan pengelola perpustakaan berada dibawah wakil sarana dan prasarana. Bahkan ada yang tidak memasukkan pendanaan perpustakaan ke dalam RAPBS (Rencana Anggaran dan Belanja Sekolah). Kalaupun ada dananya, sangat minim dan kadang tidak sesuai yang diangarkan.
2. Mendengarkan
(Guna membacakan penjelasan lambing Paskibraka, siswa menjelaskan kembali lambing Paskibraka secara tertulis). Jelaskan kembali penjelasan Lambang Paskibraka yang dibacakan gurumu secara tertulis !

Paskibraka adalah pasukan Pengibar Bendera Pusaka
Lambang Paskibraka adalah bungan teratai yang dikelilingi oleh rantai yang berbentuk lingkaran dan belah ketupat masing-masing 16 buah. Bunga teratai tumbuh dari bawah ke atas, artinya Paskibraka tumbuh dari masyarakat kalangan bawah dari Negara yang sedang berkembang.





3. Berbicara
Perhatikan gambar denah di bawah ini



Ceritakan perjalanan Fitri dari rumah ke Perpustakaan Tegalwununi!

4. Menulis
1) Lihatlah kerangka surat di bawah ini !

















Desktripsikan nomor-nomor pada kerangka surat di atas !
2) Buatlah sepucuk surat pribadi tentang cita-cita atau pengalamannya yang ditujukan kepasa temanmu dengan memperhatikan kelengkapan bagian-bagian surat, susunan kalimat, dan penggunaan huruf besar serta tanda bacanya !
3) Gabungkanlah kalimat dibawah ini :
a. Pak Anton sedang membaca
Pak Anton sedang menulis
b. Pak Burhan membeli mobil
Pak Arif membeli sepeda motor

c. Ibu Ani sedang mengajar di kelas
Ibu Budi sedang mengajar di kelas
4) Pisahkanlah kalimt-kalimat di bawah ini menjadi 2 kalimat !
a. Mira dan Tina sedang belajar.
b. Rudi dan Anton sedang membuat kliping

Pedoman Penskoran Nilai
1. Membaca
No Deskriptor Skor
1.
Betul
Salah 1
0
Jumlah Skor Maksimum 1

2. Mendengarkan
No Aspek Deskriptor Skor
1. Isi Sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai
Tidak mengerjakan
3
2
1
0
2. Ejaan Semua benar
Sebagian/kurang benar
Tidak sama sekali/tidak benar 2
1
0
Jumlah skor maksimum 5

3. Menulis
1)
No Deskriptor Skor
1.
Betul
Salah 1
0
Jumlah Skor Maksimum 1


2)
No Aspek Deskriptor Skor
1. Kelengkapan bagian surat Lengkap (8)
Kurang lengkap (5,5,7)
Tidak lengkap (1,2,3,4)
Tidak mengerjakn 3
2
1
0
2. Susunan Kalimat Runtut
Kurang runtut
Tidak runtut
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
3. Penggunaan huruf besar dan tanda baca Semua benar
Sebagian
Kurang benar
Tidak sama sekali/tidak benar 3
2
1
0

Jumlah skor maksimum 9

3)
No Deskriptor Skor
1.
Betul
Salah 1
0
Jumlah Skor Maksimum 1
Skor maksimum nomor 3 = 1 x 3 = 3

4)
No Deskriptor Skor
1.
Betul
Salah 1
0
Jumlah Skor Maksimum 1
Skor maksimum no. 4 = 1 x 2 = 2

Skor Menulis :
No. 1 = 8
No. 2 = 9
No. 3 = 3
No. 4 = 2 +
Jumlah = 22
Nilai akhir aspek menulis =

1. Membaca
Paragraf 1 :
Paragraf 2 :
Paragraf 3 : Kondisi perpustakaan sekolah umumnya belum memadai, baik ukuran luasnya maupun fasilitasnya
Paragraf 4 : Begitu pula koleksi perpustakaan, banyak buku yang tidak bias dimanfaatkan
Paragraf : Sudah demikian parahkan perpustakaan sekolah di Negara kita ? jawablah tentu Relatif, mungkin ya, mungkin tidak.
2. Mendengarkan
Paskibraka adalah Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
Lambang Paskibraka adalah bunga teratai yang dikelilingi oleh rantai yang berbentuk lingkaran dan belah ketupat masing-masing 16 buah. Bunga teratai tumbuh dari bawah ke atas, artinya Paskibraka tumbuh dari masyarakat kalangan bawah dari Negara yang sedang berkembang.
3. Berbicara
Alternatif Jawaban :
Fitria berjalan ke selatan melewati Jalan Dahlia. Sampai di pertigaan, Fitria berjalan ke Barat melewati Jalan Mawar. Sesudah Toko Bumi Citra, Fitria berjalan ke selatan melewati Jalan Kenanga. Sampai di Puskesmas, Fitria berjalan ke Timur melewati Jalan Kantil. Nah, di Jalan Kantil itulah Puskesmas daerah Tegalwuni berada. Tepatnya disebelah Timur took Alam Batu.



4. Menulis
1)
No. 1. Tempat dan tanggal penulisan surat
No. 2. Alamat penerima surat
No. 3. Salam pembuka surat
No. 4. Kalimat pembuka surat
No. 5. Isi surat
No. 6. Kalimat penutup isi surat
No. 7. Salam penutup surat
No. 8. Nama dan tanda tangan pengirim surat.
2) Jawaban kebijaksanaan guru
3) a. Pak Anton sedang membaca dan menulis
c. Pak Burhan dan Pak Arif membeli mobil
d. Ibu Ani dan Ibu Budi sedang mengajar di kelas.
4) a. Mira sedang belajar
Tina sedang belajar
b. Rudi sedang membuat kliping
Anton sedang membuat kliping


Mengetahui ………………………………
Kepala Sekolah Guru Kelas



………………. ……………………
NIP. NIP.




RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 6

Sekolah : SD
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : IV/2
Standar Kompetensi : 5. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun
6. Mengungkapkan Pikiran, perasaan dan informasi dengan berbalas pantun dan bertelpon
7. Memahami teks melalui membaca intensif membaca nyaring dan membaca pantun
8. mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak.
Kompetensi Dasar : 5.1 Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan
6.1 Berbalas pantung dengan lafal dan intonasi yang benar
7.1 Menemukan kalimat utama pada tiap paragraph melalui membaca intensif
Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan pengunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dan lain./lain)
Indikator : 5.1.1 Mampu mendiskripsikan pokok-pokok pengumuman yang diperdengarkan
5.1.2 Mampu mengembangkan pokok-pokok pengumuman dalam beberapa kalimat
5.1.3 Mampu menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan dengan bahasa sendiri
6.1.1 Mampu mendiskripsikan ciri-ciri pantun
6.1.2 Mampu mendiskripsikan langkah-langkah membuat pantun
6.1.3 Mampu membuatu pantun
6.1.4 Mampu membaca pantun buatan sendiri
6.1.5 Mampu berbalas pantun dengan lafal dan intonasi yang benar
7.1.1 Mampu menemukan kalimat utama pada tiap paragraph melalui membaca intensif
7.1.2 Mampu mengartikan kata-kata sukar dengan mencari dalam kamus ensiklopedia
7.1.3 Mampu membuat kalimat dengan kata-kata yang telah dicari artinya dalam kamus
8.1.1 Mampu menyusun kalimat acak menjadi sebuah paragrap yang dituntut
8.1.2 Mampu membuat/ memberi judul pada beberapa paragraph yang tersusun menjadi sebuah cerita
8.1.3 Mampu membuat karangan sederhana dengan panduan gambar
8.1.4 Mampu membuat karangan sendiri
8.1.5 Mampu memperbaiki karangan dengan menggunakan tanda titik, koma, dan huruf kapital dengan benar
8.1.6 Mampu menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan
8.1.7 Penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dan lain-lain)
Alokasi Waktu : 30 x 35 menit (12 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran:
a. Siswa dapat mendiskripsikan pokok-pokok pengumuman yang diperdengarkan
b. Siswa dapat mengembangkan pokok-pokok pengumuman dalam beberapa kalimat
c. Siswa dapat menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan dengan bahasa sendiri
d. Siswa dapat menemukan kalimat utama pada tipa paragrap melalui membaca insentif
e. Siswa dapat mengartikan kata-kata sukar dengan mencari dalam kamus / eknsiklopedia
f. Siswa dapat membuat kalimat dengan kata-kata yang telah dicari artinya dalam kamus
g. Siswa dapat menyusun kalimat acak menjadi sebuah paragrap yang runtut
h. Siswa dapat membuat/ memberi judul pada beberapa paragraph yang tersusun menjadi sebuah cerita
i. Siswa dapat membuat karangan sederhana dengan panduan gambar
j. Siswa dapat membuat karangan sendiri
k. Siswa dapat memperbaiki karangan dengan menggunakan tanda titik, koma, dan huruf kapital dengan benar
l. Siswa dapat menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dan lain-lain)
m. Siswa dapat mendiskripsikan ciri-ciri pantun
n. Siswa dapat mendiskripsikan langkah-langkah membuat pantun
o. Siswa dapat membuat pantun

II. Materi Pembelajaran
a. Pengumuman
b. Kalimat utama
c. Karangan
d. Pantun

III. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Tanya jawab
c. Demonstrasi
d. Inkuiri

IV. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
Pertemuan pertama
a. Kegiatan awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang pengumuman
b. Kegiatan Inti
1) Siswa dibacakan sebuah pengumuman
2) Siswa mendiskripsikan pokok-pokok pengumuman yang didengan
3) Siswa mengembangkan pokok-pokok pengumuman dalam beberapa kalimat
4) Siswa menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibuat dengan bahasanya sendiri secara tertulis
5) Hasil pekerjaan siswa ditukarkan dengan teman yang lain
6) Siswa memberi tanggapan siswa lain dibawah pekerjaan tersebut
7) Siswa dan guru membuat kesimpulan

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pengumuman
b. Kegiatan Inti
1) Siswa secara bergiliran maju ke depan kelas untuk menyampaikan secara lisan kepada teman-temannya tentang pengumuman yang didenganr dari radio/TV
2) Siswa dan guru memberi tanggapan positif sebagai motivasi kepada siswa untuk tampil lebih percaya diri (guru memberi penilaian)
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai macam-macam membaca
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan sebuah wacana
2) Siswa membaca intensif
3) Siswa menemukan kalimat utama pada tiap paragrap wacana tersebut
4) Hasil pekerjaan siswa ditukarkan teman
5) Siswa dan guru mengambil kesimpulan
6) Siswa disajikan wacana lain
7) Kegiatan no.1 sampai dengan no. diulang klembali (kegiatan sama seperti no.1 sampai dengan no.5)
c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi
2) Siswa diberi tugas membawa kamus Bahasa Indonesia untuk pelajaran yang akan datang

Pertemuan Keempat
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawabn tentang cara mencari makna kata-kata sukar dalam kamus
b. Kegiatan Inti
1) Siswa memcatat kata-kata sukar (kata-kata yang dicetak tebal) dalam wacana pada pelajaran yang lalu
2) Siswa mencari dan menemukan arti kata-kata tersebut dalam kamus
3) Siswa membuaty kalimat dari kata-kata yang telah dicari artinya dalam kamus
4) Siswa dan guru menyimpulkan hasilnya
c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi
2) Siswa mendapat tugas mencari artikel atau bacaan di tabloid anak
3) Siswa disuruh menemukan gagasan pokok/kalimat utama yang dalam setiap paragrap dan menemukan kata-kata sukar, kemudian menemukan artinya dalam kamus, tugas ini dikumpulkan kepada guru pada pelajaran yang akan dating

Pertemuan Kelima
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang prosa
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan kalimat acak
2) Siswa menyusun kalimat acak menjadi sebuah paragrap yang diawali dari kalimat yang bercetak tebal dahulu serta memberi judul pada pragrap yang disusun tersebut
3) Siswa dan guru mengambil kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Keenam
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang penulisan judul yang benar
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan gambar
2) Siswa membuat karangan sesuai gambar panduan dengan memilih salah satu topik
3) Hasil karangan dibacakan siswa/ siswa membacakan karangan sendiri di depan kelas
4) Siswa dan guru memberi tanggapan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Ketujuh
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai huruf kapital dan tanda baca
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan sebuah wacana yang belum menggunakan tanda titik, koma dan huruf kapital (buku Bahasa Indonesia)
2) Siswa memperbaiki karangannya tersebut dengan menggunakan tanda titik, koma, dan huruf besar dengan benar
3) Hasil pekerjaan ditukar dengan pekerjaan teman untuk dioreksi
4) Siswa dan guru mengambil kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kedelapan
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai huruf kapital dan tanda baca
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan beberapa topik
2) Siswa memilih salah satu topuik sebagai bahan karangan
3) Hasil karangan dikoreksi sebagai bahan karangan
4) Siswa memilih salah satu hasil karangan yang memenuhi syarat yaitu isi dan ejaannya
5) Hasil pilihan siswa yang terbaik dipajang dipapan pajangan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi
Pertemuan Kesembilan
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pantun
2) Siswa berkolompok
b. Kegiatan Inti
1) Siswa dsiajikan beberapa contoh pantun
2) Siswa secara berkelompok menemukan ciri-ciri pantun dan langkah-langkah membuat pantun dan hasilnya ditukarkan kelompok lain
3) Siswa dan guru mengambil kesimpulan
4) Bagi kelompok yang berhasil (mendekati kebenaran) mendapat haaadiah tepuk tangan dari siswa dan guru
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kesepuluh
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai ciri-cuiri pantun dan langkah-langkah membuat pantun
b. Kegiatan Inti
1) Siswa membuat sebuah pantun
2) Siswa membacakan pantun buatan sendiri di depan kelas secara bergiliran
3) Siswa dan guru memberi tanggapan dan menilai
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kesebelas
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pantun
2) Siswa berkelompok
b. Kegiatan Inti
1) Masing-masing kelompok membuat pantun
2) Setelah selesai membuat pantun kelompok berhadap-hadapan dan melakukan undian
3) Kelompok yang menang undian berhak membacakan pantun terlebih dahulu
4) Kelompok yang kalah membalas pantun diberi waktu tiga menit
5) Jika dalam waktu 3 menit kelompok tersebut tidak dapat membalas, maka permainan balas pantung berakhir
6) Hal diatas dilakukan secara bergiliran
7) Berbalas pantun ini dilakukan sampai semua keompok mendapat giliran
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kedua belas
Ulangan Harian

Sumber Belajar
a. Buku Bahasa Indonesia kelas 4 SD/MI
b. Radio/TV
c. Tabloid
d. Kamus / Ensiklopedia

Penilaian
a. Teknik : Tertulis, unjuk kerja, penugasaan
b. Bentuk Instrumen : Tes uraian, simulasi, tugas rumah, uji petik kerja produk, uji petik kerja prosedur
c. Soal/Instrumen
I. Mendengarkan
Guru membacakan pengumuman berikut ini
Pengumuman
Diberitahukan kepada semua siswa kelas IV SD Bina Bangsa bahwa kerja bakti di Lingkungan sekolah akan dilaksanakan pada
Hari : Sabtu, 10 Juni 2006
Waktu : Pukul 10.00 – selesai
Tempat : SD Bina Bangsa
Semua siswa diwajibkan membawa peralatan kerja bakti
Terima kasih

Yogyakarta, 8 Juni 2006

Jalal,S.Pd
Kepala Sekolah

Kerjakan Soal-soal dibawah ini!
1. Diskripsikan pokok-pokok pengumuman yang kamu dengar!
2. Kembangkanlah! Pokok-pokok pengumuman pada soal nomor 1 dalam beberapa kalimat!
3. sampaikanlah kembali isi pengumuman yang kamu dengan dengan bahasa sendiri!

II. Membaca
Bacalah dengan seksama bacaan berikut ini!
Transportasi di Indonesia

Di Indonesia terdapat transportasi darat, air, dan udara. Transportasi darat dibedakan atas transportasi jalan raya dan kereta api. Transportasi jalan raya memanfaatrkan kendaraan bermotor, seperti mobil, bus, dan truk. Selai itu, ada juga kendaraan tidak bermotor, seperti sepeda, delman, dan pedati. Di antara pulau-pulau lain di Indonesia, pulau jawa memiliki jaringan transportasi yang paling padat
Pengangkutan kereta pai sangat bemanfaat. Biaya perawatan jalan kertea api (rel) juga lebih murah daripada jalan raya. Kereta api di Indoensia hanya terdapat di Pulau Jawa, Madura, dan Sumatra. Semua provinsi di pulau jawa dilalui oleh kereta api. Di pulau Sumatra, provinsi yang dilalui kertea api antara lain Lampung, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Kertea api terdiri atas kereta api. Penumpang dan kereta api barang. Bagian yang menarik semua gerbong kereta disebut lokomotif
Transportasi juga sangat penting untuk daerah-daerah yang memiliki sungai-sungai besar. Di pulau Kalimantan sebagian besar daerahnya masih tertutup hutan dn rawa-rawa serta memiliki sungai besar. Untuk membangun jalan raya jauh lebih sulit dan mahal. Di daerah tersebut pelayaran sungai memegang peranan penting. Sungai yang ramai dilayari antara lain sungai Kapuas, Barito, dan Mahakam.
Penduduk di pulau Sumatera dan Irian Jaya juga memanfaatkan sungai untuk pelayaran. Sungai-sungai ini menjadi urat nadi perhubungan antara daerah pedalaman dan kota-kota pesisir pantai. Disepajang sungai-sungai itu banyak kota kecil dan perkampuungan penduduk. Lalu lintas melalui sungai merupakan satu-satunya alat perhubungan di daearah pedalaman. Jadi, lalu lintas sungai itu sama pentingnya dengan lalu lintas darat di daerah perkotaan.
Kerjakanlah soal-soal berikut ini!
1. Tentukan kalimat utama atau gagasan pokok tiap-tiap paragrap wacana di atas!
2. artikan kata-kata berikut
a. taman
b. khasiat
c. alternatif
3. Buatlah kalimat dengan kata-kata soal nomor 2 di atas!
III. Menulis
Kerjakanlah soal-soal di bawah ini!
1. Susunlah kalimat-kalimat di bawah ini menjadi paragrap yang runtut. Mulailah dari kalimat yang bercetak tebal!
a. Merek khawatir banjir akan datang melanda desa mereka
b. Jadi, kalau hujan turun sangat deras, airnya tidak meluap dan menenggelamkan Desa Seruni
c. Tanggul sungai di utara desa belum diperbaiki
d. Musim hujan sudah tiba
e. Namun, tampaknya rencana untuk menginggikan tanggul belum bisa dilaksanakan
f. Pendudukan desa seruni gelisah
g. Harusnya tanggul itu ditnggikan
2. Buatlah judul yang tepat untuk pargrap di atas
3. Perhatikan gambar di bawah ini!







Buatlah karangan atau cerita singkat berdasarkan gambar tersebut!
4. Susunlah karangan sederhana dengan topik "merawat kebun" dengan menggunakan ejaan yang benar!

IV. Berbicara
Kerjakan soal-soal di bawah ini!
1. Deskripsikanlah ciri-ciri pantun!
2. buatlah sebuah pantun nasihat!
Pedoman Penskoran/Nilai




I. Mendengarkan

1. No Deskriptor Skor
Sempurna
Kurang sempurna
Ada usaha mengerjakan
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
Jumlah skor maksimaum 3
Skor maksimum no 1 = 1 x 3 = 3

2. No Aspek Deskriptor Skor
1.


Kesesuaian
/kalimat Sesuai
Kurang Sesuai
Ada usaha mengerjakan
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Ejaan Sesuai
Kurang sesuai
Tidak mengerjakan 2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum no. 2 = 1 x 5 = 5

3. No Aspek Deskriptor Skor
1.


Kesesuaian Isi Sesuai
Kurang Sesuai
Ada usaha mengerjakan
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Ejaan Benar
Kurang Benar
Tidak Benar 2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum no. 3 = 1 x 5 = 5
Skor maksimum mendengarkan no. 1 = 3
2 = 5
3 = 5
Jumlah = 13

Nilai akhir aspek mendengarkan

II. Membaca

1. No Deskriptor Skor
Benar
Salah 1
0
Jumlah skor maksimum 1
Skor maksimum no 1 = 4 x 1 = 4

2. No Deskriptor Skor
Benar
Salah 1
0
Jumlah skor maksimum 1
Skor maksimum no 2 = 3 x 1 = 3

3. No Aspek Deskriptor Skor
1.
Isi kalimat Benar
Salah 1
0
2. Ejaan Sesuai
Tidak sesuai 1
0
Jumlah skor maksimum 2
Skor maksimum no. 3 = 3 x 2 = 6

3. No Aspek Deskriptor Skor
1.


Kesesuaian Isi Sesuai
Kurang Sesuai
Ada usaha mengerjakan
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Ejaan Benar
Kurang Benar
Tidak Benar 2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum no. 3 = 1 x 5 = 5
Skor maksimum aspek membaca. 1 = 4
2 = 3
3 = 6
Jumlah = 13

Nilai akhir aspek mendengarkan =
III. Menulis

1. No Deskriptor Skor
Sesuai
Kurang sesuai
Ada usaha mengerjakan
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 3
Skor maksimum no 1 = 3 x 1 = 3





2. No Aspek Deskriptor Skor
1.
Kesesuaian judul Sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai 2
1
0
2. Ejaan Benar
Tidak Benar 1
0
Jumlah skor maksimum 3
Skor maksimum no. 2 = 1 x 3 = 3

3. No Aspek Deskriptor Skor
1.


Kesesuaian Isi dengan gambar Sesuai
Kurang Sesuai
Ada usaha
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Diksi Tepat
Kurang Tepat
Tidak Tepat 2
1
0
Ejaan Benar
Kurang Benar
Tidak Benar 2
1
0
Jumlah skor maksimum 7
Skor maksimum no. 3 = 1 x 7 = 7

4. No Aspek Deskriptor Skor
1.


Kesesuaian Isi dengan topik Sesuai
Kurang Sesuai
Ada usaha
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Diksi Tepat
Kurang Tepat
Tidak Tepat 2
1
0
Ejaan Benar
Kurang Benar
Tidak Benar 2
1
0
Jumlah skor maksimum 7
Skor maksimum no. 4 = 1 x 7 = 7

Skor maksimum aspek mendengarkan no 1 = 3
2 = 3
3 = 7
4 = 7
Jumlah = 7

Nilai skor aspek menulis = x skor ideal (100) = ……….

IV. Berbicara

1. No Deskriptor Skor
Jawaban 4 benar
Jawaban 3 benar
Jawaban 2 benar
Jawaban 1 benar
Tidak menjawab 4
3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 4
Skor maksimum no 1 = 4x1 = 4

2. No Aspek Deskriptor Skor
1.
Kesesuaian isi dan ciri-ciri Isis sesuai dan memenuhi
Isi sesuai, tetapi ciri-ciri pantun kurang sesuai
Isi kurang sesuai, tetapi sesuai dengan ciri-ciri pantun
Isi kurang sesuai, ciri-ciri pantun pun kurang sesuai
Tidak mengerjakan 4
3

2

1

0
2. Ejaan Benar
Kurang Benar
Tidak Benar 2
1
0
Jumlah skor maksimum 6
Skor maksimum no. 4 = 1 x 6 = 6
Skor maksimum aspek mendengarkan no 1 = 4
2 = 6
Jumlah = 10

Nilai skor aspek menulis = x skor ideal (100) = ……….


Kunci jawaban
I. Mendengarkan
1. a. Pembuatan pengumuman:Kepala Sekolah SD Bina Bangsa
b. Tanggal pembuatan : 8 Juni 2006
c. Tempat pembuatan : Yogyakarta
d. Pengumuman ditunjukan kepada semua siswa kelas IV SD Bina Bangsa
e. Isi: Hari Sabtu, 10 Juni 2006 SD Bina Bangsa kerja bakti pukul 10.00 – selesai, peserta diwajibkan membawa peralatan kerja bakti

2. a. Pengumuman tersebut dibuat oleh Bapak Jalal, S.Pd Kepala Sekolah SD Bina Bangsa
b. Pengumuman tersebut dibuat pada tanggal 8 Juni 2006 di Yogyakarta
c. Pengumuman tersebut ditujukan kepada semua siswa kelas IV SD Bina Bangsa Yogyakarta
d. Pengumuman tersebut berisi bahwa pada haris Sabtu, tanggal 10 Juni 2006 pukul 10.00 – selesai
Siswa diharap bekerja bakti di lingkungan sekolah
e. Semua siswa kelas IV diwajibkan membawa peralatan kerja bakti
3. Bapak Jalal, S.Pd. Kepala Sekolah SD Bina Bangsa pengumuman pada tanggal 8 Juni 2006 di Yogyakarta. Pengemuman tersebut ditujukan kepada semua siswa kelas IV SD Bina Bangsa Yogyakarta. Pengumuman tersebut berisi bahwa semua siswa kelas IV SD Bina Bangsa diharap melaksanakan kerja bakti dilingkungan sekolah pada hari sabtu, tanggal 10 juni 2006 pukul 10.00 sampai dengan selesai. Semua siswa diwajibkan membawa peralatan kerja bakti.

II. Membaca
1. Paragraf 1 : Di Indonesia terdapat transportasi darat, air dan udara
Paragraf 2 : Pengangkutan kereta api sangat bermanfaat
Paragraf 3 : Transportasi air juga sangat penting untuk daerah-daerah yang memiliki sungai-sungai besar.
2. a. Taman artinya kebun yang ditanami bunga-bungaan
b. Khasiat artinya keistimeaan, sifat yang khas
c. Alternatif artinya pilihan yang merupakan keharusan.

3. Kunci jawaban diserahkan guru (kebijaksanaan guru)

III. Menulis
1. Musim hujan sudah tiba. Penduduk Desa Seruni gelisah. Mereka khawatir banjir akan datang melanda desa mereka. Tanggul sungai di utara desa belum diperbaiki. Harusnya tanggul itu ditinggikan jadi, kalau hujan turun sangat deras airnya tidak meluap dan menenggelamkan Desa Seruni. Namun tampaknya renca untuk meninggikan tanggul belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat
2. Kunci jawabanan diserahkan guru (kebijaksanaan guru)
3. Kunci jawabanan diserahkan guru (kebijaksanaan guru)
4. Kunci jawabanan diserahkan guru (kebijaksanaan guru)

IV. Berbicara
1. a. Bersajak abab
b. Satu bait terdiri dari 4 baris / larik
c. satu baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
d. Baris 1 dan 2 merupakan sampiran, baris 3 dan 4 merupakan isi
2. Jalan-jalan naik perahu layar
Hati senang serta puas
Rajin dan tekunlah belajar
Agar kelak naik kelas
(Kunci jawaban diserahkan guru/kebijaksanaan guru)

…………………………

Mengetahui
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran




…………………………………………
NIP.



……………………………………..
NIP.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 7

Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : IV/2
Tema : Koperasi
Standar Kompetensi : 5. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun
6. Mengungkapkan Pikiran, perasaan dan informasi dengan berbalas pantun dan bertelpon
7. Memahami teks melalui membaca intensif membaca nyaring dan membaca pantun
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak.
Kompetensi Dasar : 5.2 Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan informasi yang benar
6.2 Menyampaikan pesan yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan
7.2 Membaca nyaring suatu pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat
8.2 Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
Indikator : 5.2.1 Mampu menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
5.2.2 Mampu memberi tanggapan atas pembacaan pantun oleh orang lain mengenai kejelasan lafal dan intonasi yang tepat
5.2.3 Mampu mengartikan suatu ungkapan
5.2.4 Mampu membuat kalimat dengan menggunakan ungkapan
6.2.1 Mampu menyampaikan pesan melalui telepon
6.2.2 Mampu menuliskan pesan pada selembar kertas memo
7.2.1 Mampu membacakan pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat
7.2.2 Mampu menuyimpulkan isi pengumuman
7.2.3 Mampu mencari contoh poengumuman di surat kabar/majalah serta dapat menyimpulkan isinya
7.2.4 Mampu mendiskripsikan fungsi huruf kapital dan penerapannya
8.2.1 Mampu mendiskripsikan apa saja yang dimuat dalam pengumuman
8.2.2 Mampu menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
Alokasi Waktu : 30 x 35 menit (8 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat membacakan pengumuman dengan lafal dan intonasi yang tepat
2. Siswa dapat menyimpulkan isi pengumuman
3. siswa dapat mencari contoh pengumuman di surat kabar/ majalah serta dapat menyimpulkan isinya
4. Siswa dapat mendiskripsikan fungsi huruf kapital dan penerapannya
5. Siswa dapat mendiskripsikan apa saja yang dimuat dalam pengumuman
6. Siswa dapat menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
7. Siswa dapat menymapaikan pesan melaluyi telepon
8. Siswa dapat menulis pesan pada selembar kertas memo
9. Siswa dapat menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
10. Siswa dapat memberi tanggapan atas pembacaan pantun oleh orang l ainb mengenai kejelasan lafal dan intonasi yang tepat
11. siswa dapat mengartikan suatu ungkapan
12. siswa dapat membuat kalimat dengan menggunakan ungkapan

II. Metode pembelajaran
a. Pengumuman
b. Pesan
c. Pantun

III. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Tanya jawab
c. Inkuiri
d. Demonstrasi

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
Siswa dan Guru bertanya jawab tentang pengumuman
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan sebuah pengumuman
2) Siswa membacakan pengumuman dengan lafal dan intonasi yang benar secara bergantian
3) Siswa dan guru memberi tanggapan dan menentukan penilaian (guru memberi penilian ketrampilan membaca)
4) Siswa menyampaikan kembali isi pengumuman yang ia baca secara tertulis
5) Siswa dan guru membuat kesimpulan tentang isi pengumuyman tersebut
c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi
2) Siswa diberi tugas mencari contoh pengumuman di sureat kaba/ majalah serta menyimpulkan isinya

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
1) Guru memberi paraf tugas rumah siswa
2) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pengumuman dan fungsi huruf kapital
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan beberapa kalimat yang belum tepat ejaannya
2) Siswa memperbaiki beberapa kalimat yang belum tepat ejaannya
3) Siswa dan guru membuat simpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan simpulan

Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan Awal
Siswa dan Guru bertanya jawab tentang pengumuman
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan sebuah contoh pengumuman
2) Siswa mendiskripsikan apa saja yang dimuat dalam pengumuman
3) Siswa menulis pengumuman dengan bahasa yang singkat, padat, dan mudah dipahami
4) Siswa dan guru bersama-sama memberi tanggapan dan menyimpulkan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi



Keempat

Kelima
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai telepon
2) Siswa berklompok berpasangan
b. Kegiatan Inti
1) Siswa diberi waktu 10 menit untuk membuat pesan yang hendak disampaikan kepada teman melalui telepon
2) Siswa secara berpasangan bertelepon untuk menyampaikan suatu pesan. Kegiatan ini dilakukan secara bergiliran
3) Siswa menulis pesan yang diterima dari siswa/ pasangannya secara tertulis dan dikumpulkan pada guru
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Keenam
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya tentang pantun
b. Kegiatan Inti
1) Siswa membacakan sebuah pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
2) Siswa menirukan
3) Siswa membacakan sebuah pantun anak yang ditirukan oleh siswa lain secara bergantian
4) Siswa memberi tanggapan atas pembacaan pantun oleh siswa lain mengenai kejelasan lafal dan intonasi yang tepat
5) Siswa dan guru membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Ketujuh
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai ungkapan
b. Kegiatan Inti
1) Siswa mengerjakan latihan soal mengenai ungkapan (buku Bahasai Indonesia, Erlangga)
2) Hasil kerja siswa ditukarkan teman untuk dikoreksi
3) Siswa bersama guru membuat simpulan dan penilaian
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kedelapan
Ulangan Harian

V. Sumber Belajar
a. Buku Bahsa Indojnesia 4 SD/MI
b. Surat kabar, majalah

VI. Penilaian
a. Tehnik : tes unjuk kerja, tes tulis, portofolio, penugasan
b. Bentuk instrumen : simulasi tess uraian, dokumen kerja, tugas rumah
c. Soal/ instrumen
I. Membaca
1. Kerjakan soal-soal berikut ini!



2. Gunakan huruf kapital sesuai ejaan yang benar untuk kalimat-kalimat berikut!
a. Rina bersama keluarganya akan berlibur ke pulau Bali
b. Gunung merapi sedang mengeluarkan awan panas
c. Anatara pulau jawa dan pulau maduara dibatasi selat madura
d. Pegunungan verbeek berada di pulauy sulawesi
e. Ayah bekerja di dinas pendidikan

II. Menulis
Kerjakan soal-soal berikut ini!
Tulislah sebuah pengumuman tentang perlombaan bulu tangkis antar kelas tempat kemau bersekolah hari, tanggal, waktu, dan tempatnya kamu tentukan sendiri

III. Berbicara
Kerjakan soal-soal berikut ini!
Teto : "Halo"
Pak Rusdi : "Halo, selamat siang, saya Pak Rusdi, bisa bicara dengan Pak Beni"
Teto : "Selamat siang, Pak. Pak Beni belum pulang Pak."
Pak Rusid : "Oh! Saya bicara dengan siapa ya?"
Teto : "Saya Teto pak, Teto, Anak pak Beni."
Pak Rusdi : "Oh, Teto. Teto, Bapak boleh titip pesan untuk bapakmu?"
Teto : "Ya, silahkan, Pak!"
Pak Rusdi : "Tolong sampaikan, bahwa tenda yang akan dipinjam sudah ada di rumah saya. Teto sampaikan saja begitu kepada Bapak, ya!"
Teto : "O ya Pak. Nanti pasti akan saya sampaikan kepada Bapak"
Pak Rusdi : "Ya. Terima kasih ya, Teto. Selamat siang."
Teto : "Selamat siang."









IV. Mendengarkan
Kerjakan soal-soal berikut ini!
Artikan ungkapan di bawah ini serta buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan di bawah ini!
1. Buah tangan
2. panjang tangan
3. Buah hati



Pedoman Penskoran/Nilai

I. Membaca
1. No Aspek Deskriptor Skor
1.


Isi Sesuai
Kurang Sesuai
Tidak Sesuai
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Diksi Sesuai
Kurang sesuai
Sama sekali tidak tepat 2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum membaca no. = 1 x 5 = 5

2. No Deskriptor Skor
1.

Tepat
Kurang Tepat
Tidak dijawab 2
1
0
Jumlah skor maksimum 2
Skor maksimum membaca no. 2 = 5 x 2 = 10
Skor maksimum aspek mendengarkan no 1 = 5
2 = 10
Jumlah = 7

Nilai skor aspek menulis = x skor ideal (100) = ….


II. Menulis
No Aspek Deskriptor Skor
1.


Isi Sesuai
Kurang Sesuai
Tidak Sesuai
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Format Sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
3 Ejaan Tepat
Kurang tepat
Sama sekali tidak tepat 2
1
0
Jumlah skor maksimum 8

Nilai akhir menulis = x skor ideal (100) = …

III. Berbicara
No Deskriptor Skor
1.

Benar 4
Benar 3
Benar 2
Benar 1
Benar semua 4
3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 4

Nilai akhir berbicara = x skor ideal (100) =


IV. Mendengarkan
No Aspek Deskriptor Skor
1.


Arti kalimat Benar 3
Benar 2
Benar 1
Salah semua 3
2
1
0
2. Pembuatan kalimat Benar 3
Benar2
Benar 1
Salah semua 3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 6

Nilai akhir berbicara = x skor ideal (100) = …




Kunci Jawaban
I. Membaca
1. Jawaban diserahkan kepada guru (kebijaksanaan guru)
2. a. Rina bersama keluargannya akan berlibur ke pulau Bali
b. Gunung merapi sedang mengeluarkan awan panas
c. Antar pulau Jawa dan pulau Madura dibatasi selat Madura
d. Pegunungan Verbek berada di Pulau Sulawesi
e. Ayah bekerja di dinas Pendidikan
II. Menulis
Jawaban diserahkan kepada guru (kebijaksaan guru)
III. Berbicara
Penelpon : Pak Rusdi
Waktu telepon : siang hari
Ditujukan kepada : Pak Beni
Isi Pesan : Tenda yang akan dipsesn sudah ada di rumah Pak Rusidi.
IV. Mendengarkan
Arti ungkapan
1. oleh-oleh
2. suka mencuri
3. anak kesayangan
Jawaban pembuatan kalimat di serahkan guru (kebijaksanaan guru)

Mengetahui
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran




…………………………………………
NIP.



……………………………………..
NIP.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 8

Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : IV/2
Tema : Kegemaran
Standar Kompetensi : 5. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun
7. Memahami teks melalui membaca intensif membaca nyaring dan membaca pantun
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak.
Kompetensi Dasar : 5.1 Menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan
7.3 Membaca pantun anak secara berbalasan dengan lafal dan intonasi yang tepat
8.3 Membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatan, ketekunan, kepatuhan, dan lain-lain)
Indikator : Mampu menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan dengan bahasanya sendiri
Mampu menjawab pertanyaan sesuai pengumuman yang diperdengarkan
7.3.1 Mampu membacakan pantun anak secara berbalas-balasan dengan lafal dan intonasi yang tepat
7.3.2 Mampu menilai orang dalam membacakan pantun mengenai lafal dan intonasinya
8.3.1 Mampu mendiskripsikan jenis-jenis pantun
8.3.2 Mampu menyusun beberapa baris/kalimat acak menjadi sebuah pantun
8.3.3 Mampu membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatan, ketekunan kepatuhan, dan lain-lain) sesuai dengan ciri-ciri pantun
8.3.4 Mampu berbalasa pantun menggunakan pantun buatan sendiri
Alokasi Waktu : 20 x 35 menit (8 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
a. Siswa dapat membacakan pantun anak secara berbalas-balasan dengan lafal dan intonasi yang tepat
b. Siswa dapat menilai orang dalam membacakan pantun mengenai lafal dan intonasinya
c. Siswa dapat mendiskripsikan jenis-jenis pantun
d. Siswa dapat menyusun beberapa baris/kalimat acak menjadi sebuah pantun
e. Siswa dapat membuat pantun anak yang menarik tentang berbagai tema (persahabatan, ketekunan kepatuhan, dan lain-lain) sesuai dengan ciri-ciri pantun)
f. Siswa dapat berbalasa pantun menggunakan pantun buatan sendiri
g. Siswa dapat menyampaikan kembali isi pengumuman yang dibacakan dengan bahasanya sendiri
h. Siswa dapat menjawab pertanyaan sesuai pengumuman yang diperdengarkan

II. Materi Pembelajaran
a. pantun
b. Pengumuman


III. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Tanya Jawab
c. Demontsrasi
d. Inkuiri

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pantun
2) Siswa berkelompok (membentuk kelompok sebangku)
b. Kegiatan Inti
1) Siswa secara berkelompok disajikan beberapa pantun (pantun berbalas buku Bahasa Indonesia)
2) Siswa kelompok mendapat waktu 20 menit untuk memberi tanda intonasi pada pantun dan berlatih membacanya. Kegiatan di luar kelas
3) Kelompok membacakan pantun di depan kelompok lain
4) Kelompok yang lain memberikan penilaian dan tanggapan mengenai ketepatan intonasi dan kejelasan pelafalan bagi kelompok yang sedang maju (guru pun menilai sebagai nilai aspek kejelasan)
5) Kegiatan tersebut dilakukan bergiliran/bergantian
6) Bagi kelompok yang belum mendapat giliran, dilanjutakan pada pertemuan yang akan datangt
c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pantun
2) Siswa membentuk kelompok sebangku

b. Kegiatan Inti
1) Siswa secara berkelompok melanjutkan kegiatan dari pertemuan pertamanya
2) Siswa dan guru membuat kesimpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pantun
2) Siswa berkelompok
b. Kegiatan Inti
1) Kelompok disajikan bermacam-macam pantun
2) Kelompok berdiskusi mendiskripsikan jenis-jenis pantun
3) Siswa dan guru membuat simpulan
4) Kelompok sidajikan beberapa pantun yang susunan baris-barisnya masih acak
5) Siswa dan guru membuat simpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Keempat
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang jenis-jenis pantun
b. Kegiatan Inti
1) Siswa dan guru bersamana-sama menentukan tema pantun yang akan dibuat (3 tema)
2) Siswa membuat pantun sesxuai dengan tema yang sudah ditentukan bersama
3) Setiap siswa membacakan pantun buatan sendiri secara bergiliran
4) Siswa dan guru melakukan penilaian
5) Pantun yang paling bagus dan sesuai dari hasil penilaian bersama menurut klasifikasi tema pantun dipajang di papan pajangan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kelima
a. Kegiatan Awal
1) Siswa dan guru bertanya jawab tentang pembuatan pantun
2) Siswa berkelompok
b. Kegiatan Inti
1) Siswa secara berkelompok membuat pantun
2) Setiap 2 pasangan kelompok diundi
3) Bagi kelompok yang mendapatkan undian yang menang berhak membawakan pantunnya terlebih dahulu
4) Kelompok pasangannya menjawab pantun dengan memberi waktu 3 menit
5) Jika dalam waktu 3 menit tida bisa membalas, maka diakhiri
6) Hal/Kegiatan tersebut dilakukan secara bergiliran sampai semua kelompok melakukan baik membuat pantun untuk dijawab maupun menjawab pantun
7) Bagi kelompok yang tidak sedang melakukan berbalas pantun memberi tanggapan dan support
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Keenam
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pengumuman
b. Kegiatan Inti
1) Siswa dibacakan sebuah pengumuman
2) Siswa menjelaskan/menyampaikan kembali isi pengumuman dengan bahasanya sendiri secara tertulis
3) Hasil yang baik, sesuai isi, ejaan tepat dipajang di papan pajangan
4) Sisiwa dibacakan kembali sebuah pengumuman
5) Siswa menjawab pertanyaan sesuai pengumuman
6) Siswa dan guru membuat simpulan
c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi
2) Siswa mendapat tugas mendengarkan sebuah pengumuman dari TV/Radio untuk disampaikan kembali pada pertemuan yang akan datang

Pertemuan Ketujuh
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai pengumuman
b. Kegiatan Inti
1) Siswa maju ke depan kelas secara bergiliran untuk menuyampaikan pengumuman yang didengar melalui TV/radio
2) Siswa dan guru menanggapai dan melakukan penilaian tentang teknik dan bahasa penyampaiannya
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Kedelapan
Ulangan harian

V. Sumber Belajar
Bukur Bahasa Indonesia 4 SD/MI

VI. Penilaian
Teknik : Tes unjuk kerja, tes tulis, penugasan
Bentuk Instrumen : Simulasi, tes uraian, unjuk petik kerja prosedur, tugas rumah
Soal/Instrumen :
I. Soal dan penilaian berlangsung dalam kegiatan
II. Menulis
Kerjakan soal-soal dibawah ini!
1. Sebutkan 10 jenis pantun!
2. Susunlah baris-baris dibawah ini menjadi sebuah pantun!
a. Buah semangka buah ketimun
Hai temanku mari berpantun
Buah nangka tumbuh di ladang
Pantun tidak menyinggung orang
b. Ayolah kita tekun belajar
Banyak penumpang memakai batik
Agar prestasi kita lebih baik
Jalan-jalan anik perahu layar
3. Buatlah pantun anak dengan memilih salah satu tema di bawah ini
a. Persahabatan
b. Ketekunan
c. kepatuhan
III. Mendengarkan
Dengarlah pengumuman yang dibacakan gurumu baik-baik

Setelah diperdengarkan sebuah pengumuman jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Siapakah yang membuat pengumuman yang dibacakan gurumu?
2. Ditujukan kepada siapakan pengumuman yang dibcakan gurumu?
3. Apa isi pengumuman yang dibacakan gurumu?
4. Pada tanggal berapakah pengumuman yang dibacakan gurumu ditulis?
5. dimanakan pengumuman yang dibacakan gurumu ditulis?

IV. Membaca
No Aspek Deskriptor Skor
1.
Informasi Tepat
Kurang Tepat
Tidak tepat 3
2
1
2. Lafal Jelas
Kurang jelas
Tidak jelas 3
2
1
3. Penampilan Sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai 3
2
1
Jumlah skor maksimum 9

Nilai akhir berbicara = x skor ideal (100) = …

V. Menulis

No Deskriptor Skor
1.

Benar
Kurang Benar
Tidak Mengerjakan 2
1
0
Jumlah skor maksimum 2

Skor maksimum menulis no.2 = 2x2 = 4

No Aspek Deskriptor Skor
1.
Kesesuaian isi dengan tema Sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Ejaan Tepat
Kurang tepat
Tidak tepat 2
1
0
3. Ciri-ciri Sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai 2
1
0
Jumlah skor maksimum 7

Skor maksimum menulis no. 1 + 2 + 3 = 10 +4 + 7 = 21
Nilai akhir berbicara = x skor ideal (100) = …

VI. Mendengarkan
1 soal skor 1
skor maksimum 5 x 1 = 5
Nilai akhir aspek mendengarkan = x skor ideal (100)= …











Kunci Jawaban


I. Membaca

II. Menulis
1. a. Pantun berduka
b. Pantun jenaka
c. Pantun teka-teki
d. Pantun nasehat
e. Pantun perkenalan
f. Pantun berkasih-kasihan
g. Pantun perpisahan
h. Pantun adat
i. pantun agama
j. pantun suka cita
2. a. Buah semangka buah ketimun
Buah nangka tumbuh di ladang
Hai temanku mari berpantun
Pantun tidak menyinggung orang

b. Jalan-jalan naik perahu layar
Banyak penumpang memakai batik
Ayolah kita tekun belajar
Agar prestasi kita lebih baik
3. Jawaban diserahkan guru (kebijaksanaan guru)

III. Mendengarkan
1. Widyastuti, Kepala Sekolah SD Kurnia Sari
2. Semua siswa kelas IV SD Kurnia Sari
3. Pemberitahuan kepada seluruh/semua siswa kelasIV SD Kurnia Sari untuk bekerja bakti di lingkungan sekolah pada hari sabtu, tanggal 24 juni 2006. semua siswa kelas IV SD Kurnia Sari wajiba membawa peralatan kerja bakti.
4. 20 juni 2006
5. Jakarta


Mengetahui
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran




…………………………………………
NIP.



……………………………………..
NIP.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Pelajaran 9

Sekolah : SD dan MI
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : IV/2
Tema : Pendidikan
Standar Kompetensi : 5. Mendengarkan pengumuman dan pembacaan pantun
6. Mengungkapan pikiran, perasaan, dan informasi dengan berbalasw pantun dan bertelepon
7. Memahami teks melalui membaca intensif, membaca nyaring, dan membaca pantun
8. Mengungkapkan pikiran, perasaan dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman dan pantun anak.
Kompetensi Dasar : Menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
6.2 Menyampaikan peasn yang diterima melalui telepon sesuai dengan isi pesan
7.1 Menemukan kalimat utama pada tiap paragraph melalui membaca intensif
8.1 Menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
Indikator : 5.2.1 Mampu menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat
6.2.3 Mampu memperagakan percakapan dalam bertelepon
6.2.4 Mampu menyapaikan pesan dalam bentuk tulisan
7.1.1 Mampu menemukan kalimat utama pada tiap paragraph melalui membaca intensif
7.1.2 Mampu mengartikan kata-kata sukar dengan mencari dalam kamus/ensiklopedia
7.1.3 Mampu membuat kalimat dengan kata-kata yang telah dicari artinya dalam kamus
Mampu menyusun kalimat acak menjadi sebuah paragraph yang runtut
8.1.6 Mampu menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
8.1.7 Mampu menentukan kalimat utama pada paragraph yang telah disusun runtut dari kalimat acak
Alokasi Waktu : 20 x 35 menit (8 pertemuan)

I. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat menemukan kalimat utama pada paragraph melalui membaca intensif
2. Siswa dapat mengartikan kata-kata sukar dengan mencari dalam kamus/ ensiklopedia
3. Siswa dapat membuat kalimat dengan kata-kata yang telah dicari artinya dalam kamus
4. Siswa dapat menyusun kalimat acak menjadi sebuah paragraph yang runtut
5. Siswa dapat menentukan kalimat utama pada paragraph yang telah disusun runtut dari kalimat acak
6. Siswa dapat menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan penggunaan ejaan (huruf besar, tanda titik, tanda koma, dll)
7. Siswa dapat memperagakan percakapan dalam bertelepon
8. Siswa dapat menyampaikan pesan dalam bentuk tulisan
9. Siswa dapat menirukan pembacaan pantun anak dengan lafal dan intonasi yang tepat

II. Materi Pembelajaran
a. Kalimat utama
b. Karangan
c. Pesan
d. Pantun

III. Metode Pembelajaran
a. Pemodelan
b. Tanya Jawab
c. Demontsrasi
d. Inkuiri

IV. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang macam-macam membaca
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan sebuah wacana (buku Bahasa Indonesia)
2) Siswa membaca wacana tersebut secara intensif serta menemukan kalimat utamanya pada setiap paraggrap
3) Hasil pekerjaan siswa ditukarkan hasil pekerjaan tman
4) Siswa dan gurumembuat simpulan
c. Kegiatan Akhir
1) Siswa dan guru melakukan refleksi
2) Siswa mendapat tugas untuk membawa kamus Bahasa Indonesia pada pelajaran yang akan datang


Pertemuan Kedua
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai cara mencari kata sulit (mencari artinya) dalam kamus
b. Kegiatan Inti
1) Siswa mencari kata-kata sukar dalam wacana pada kegiatan I/ pertemuan I dan menentukan artinya dalam kamus
2) Siswa dan guru menyimpulkan
3) Siswa membuat kalimat dengan menggunakan kata-kata sukar yang sudah diartikan dalam kamus (kata-katanya sudah ditentukan bersama antara murid dan guru)
4) Siswa dan guru membuat simpulan dan tanggapan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Ketiga
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab tentang paragraph
b. Kegiatan Inti
1) Siswa disajikan beberapa kalimat acak (buku Bahasai Indonesia, kelas IV)
2) Siswa menyusun beberapa kalimat acak menjadi paragraph yang padu
3) Siswa menentukan kalimat utama pada paragrap yang telah disusun dari kalimat acak
4) Siswa dan guru membuat simpulan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Pertemuan Keempat
a. Kegiatan Awal
Siswa dan guru bertanya jawab mengenai karangan
b. Kegiatan Inti
1) Siswa menyusun karangan tentang berbagai topik sederhana dengan memperhatikan ejaan
2) Hasil karangan siswa yang terbaik dari penilaian siswa dan guru dipajang di papan pajangan
c. Kegiatan Akhir
Siswa dan guru melakukan refleksi

Penilaian berlangsung dalam kegiatan
1. Bacalah wacana beriktu ini dan temukanlah gagasan pokok atau kalimat utama tiap-tiap paragrap

Candi Borobudur

Candi borobudur merupakan salah satu obyek wisata di Indonesia. Bahkan, Candir Borobudur sudah terkenal di seantero bumi. Lokasi wisata Candi Borobudur tidak jauh darikota Magelang, Jawa Tengah.
Candi Borobudur berupa bangunan megah dari batu. Oleh karena kemegahan dan keajaiban itu. Candi Borobudur termasuk salah satu dari tujuh keajaiban dunia. Tempat wisata Candi Borobudru tidak pernah sepi pengunjung. Mereka berdatangan dari berbagai kota di Indonesai, bahkan ada yang berasaal dari luar negeri. Ada yandatang berombongan, ada pula yang adatan secra pribadi.
Dari tempat parkir sampai ke laoklasi Candi Borobudur ditempuh dengan berjalan kaki. Namun, di sana disediakan pula kereta api mini yang siap mengantar pengunjung mengelilingi Candi Borobudur.
Di sepanjang tmpat parkir sampai lokasi candi bereret pedagang cinderamata. Ada pula pedagang yang menjajakan dagangannya langsung kepada pengunjung. Tampaknya cendera mata yang disukai banyak wisatawan adalah miniatur Candi Borobudur dan patung Budha.


2. Artikan istilah-istilah berikut ini!
a) Wisata
b) Seantero
c) Lokasi
d) Miniatur
e) Cendera mata

3. Buatlah kalimat dengan kata-kata pada soal nomor 2


Menulis
Kerjakan soal-soal dibawah ini!
1. Susunlah kalimat-kalimat acak dibawah ini menjadi paragraf yang padu!
a. Mereka mencari tempat yang tidak dilanda banjir
b. Orang-orang un berusaha menyelamatkan barang-barang dan jiwanya
c. Banjir yang datang tiba-tiba membuat semua orang menjadi repot
d. Semua barang dikeluarkan dari rumah dan dibawa menyelamatkan diri
2. Tentukan kalimat utama pada paragraf yang kamu susun dari kalimat acak pada soal nomor 1 di atas
3. Susunlah karangan dengan memperhatikan ejaannya!


Berbicara
Kerjakan soal-soal dibawah ini!
Perhatikan percakapan melalui telepon berikut ini!
Rifki : “Halo, selamast sian”
Bu Ahmad : “Selamat siang”
Rifki : “Apa benar ini rumah Amad, Bu”
Bu Ahmad : “Betul, ini siapa”
Rifki : “Saya Rifki, Bu. Teman sekolah Amad”’
Bu Ahmad : “O, Rifki, Bu. Teman sekolah Ahmad”
Rifki : “ Ahmad ada, Bu?”
Bu Ahmad : “Sedang ke warung. Ada yang perlu ibu bantu?”
Rifki : “Terima kasih, Bu. Kalau begitu, saya titip pesan saja buat Amad”
Bu Ahmad : “Iya, boleh. Pesannya apa. Ya?”
Rifki : “Ahmad ditunggu di sekolah pukul empat sore. Kami akan berlatih sepak bola sebentar, Bu. Karena pertandingannya diundu”
Bu Ahmad : “Sore ini, Rif?”
Rifki : “Betul, Bu”
Bu Ahmad : “Baiklah, nanti ibu sampaikan”
Rifki : “Terima kasih, Bu. Selamat siang.”
Bu Ahmad : “Selamat siang”

Jawablah sesuai percakapan di atas!
a. Siapakah sebagai penelepon
b. Siapakah yang menerima telepon?
c. Siapakah yang menerima pesan dari penelpon?
d. Jika kamu sebagai ibu, bagaimana kamu menyampaikan pesan kepada

Mendengarkan

Dengarkanlah pembacaan pantun dari gurumu baik-baik!

Kuda poni tarik pedati/
Bawa batu bata dan pasir//

Buang sampah jangan dikali/
Agar kita terhidar dari banjir //

Berilah tanda-tanda pantun pada pantun dibawah ini sesuai dengan intonasi yang digunakan gurumu!
Kuda poni tarik pedati,
Bawa batu bata dan pasir
Buang sampah jangan dikali
Agar kita terhindar dari banjir

Pedoman Penskoran Nilai
Membaca
No Deskriptor Skor
1.

Jawaban benar 4
Jawaban benar 3
Jawaban benar 2
Jawaban benar 1
Jawaban semua salah
Tidak mengerjakan 5
4
3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum menulis no.1 = 1 x 5 = 5

Membaca

No Aspek Deskriptor Skor
1.
Kesesuaian tema dengan isi Sesuai
Kurang sesuai
Tidak sesuai
Tidak mengerjakan 3
2
1
0
2. Ejaan Tepat
Kurang tepat
Tidak tepat 2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum membaca no. 3 = 1 x 5 = 5
Skor maksimum aspek mendengarkan no 1 = 3
2 = 1
3 = 5
Jumlah = 9

Nilai akhir membaca = …….. x skor ideal (100) = ……….

Berbicara

No Deskriptor Skor
1.

Jawaban benar 4
Jawaban benar 3
Jawaban benar 2
Jawaban benar 1
Jawaban semua salah
Tidak mengerjakan 5
4
3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 5

Skor maksimum berbicara 5

Nilai akhir aspek membaca = ………… x skor ideal (100) = ….
No Deskriptor Skor
1.

4 baris tepat penggunaannya
3 baris tepat penggunaannya
2 baris tepat penggunaannya
1 baris tepat penggunaannya
Tidak tepat sama sekali
Tidak mengerjakan 5
4
3
2
1
0
Jumlah skor maksimum 5
Skor maksimum mendengarkan.5 = 1 x 5 = 5

Nilai akhir aspek membaca = x skor ideal (100) = ……

Kunci Jawaban
I. Membaca
1. Paragraf 1 : Candi Borobudur merupakan salah satu obyek wisata terkenal di Indonesia
Paragraf 2 : Candi Borobudur berupa bangunan megah dari batu
Paragraf 3 : Dari tempat parkir sampai ke lokasi Candi Borobudur ditempuh dengan berjalan kaki
Paragraf 4 : Di sepanjang tempat parkir sampai lokasi candi berderet pedagang cendera mata

2. 1. darma wisata/ pariwisata
2. antero = saeluruh / segenap
3. menunjukkan tempat
4. barang tiruan yang kecil
5. hadiah/ kenang-kenangan beruapa barang

3. kunci jawaban diserahkan kepada guru (kebijaksanaan guru)

II. Menulis
1. Banjir yang datang tiba-tiba membuat semua orang menjadi repot. Orang-orang pun berusah menyelamatkan barang-barang dan jiwanya. Semua barang dikerluarkan dari rumah dan dibawa menyelamatkan diri. Mereka mencari tempat yang tidak dilanda banjir
2. Banjir yang datang tiba-tiba membuat semua orang menjadi repot

III. Berbicara
1. Rifki
2. Ibu Ahmad
3. Ibu Ahmad
4. Mad, tadi Rifki pesan lewat telepon kamu ditunggu di sekolah pukul empat sore. Teman-temanmu akan berlatih sepak bola sebentar karena pertandingannya diundur.

IV. Menbenarkan

Kuda poni tarik pedati/

Bawa batu bata dan pasir//


Buang sampah jangan dikali/

Agar kita terhidar dari banjir //


Mengetahui
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran




…………………………………………
NIP.



……………………………………..
NIP.